90K Dapat 2 Buku ORI, Mood Naik. Ini 3 Hikmahnya🌱

Semalam jam 23.13, salah satu peserta di kelas nulisku baru transfer uang buku sebesar Rp88.200—qodarullah, bulan lalu pesertaku ini, terkendala biaya.. Jadinya, aku bantu dulu.

Alhamdulillah, akhirnya saldo rekeningku semalam bertambah haha. Awalnya cuma ada saldo Rp1.855 (belum gajian🤭).

Tanpa berpikir lama, aku langsung ke toko oren😁

Beli buku apa ya? Jujur aja bingung, ada banyak buku yang mau kubeli. Ada banyak buku yang kumasukkan keranjang, tapi masih ragu 'yang ini atau yang itu ya'😁

Padahal uang cuma ada 90k doang, tapi maunya banyak. Setelah dipikir-pikir, kayaknya aku butuh bacaan novel "Dompet Ayah Sepatu Ibu" deh. Soalnya buku ini tuh sering banget lewat di beranda. Yaudah akhirnya, kucarilah buku itu ditoko oren. Pas liat harganya, loh?? kok jadi 40ribuan harganya? terus ada keterangan waktu promo gitu di bagian bawah pojok kanan. Apa jangan-jangan ini promo 12.12 haha🤭

Akhirnya, aku cari lagilah buku incaranku yang lain di toko yang sama (Gramedia). Eh? dapat lagi 40k. Akhirnya, nggak pakai lama, langsung payment deh. Jadinya sesuai harapanku di awal, uang 90ribu bisa dapat 2 buku😍

Alhamdulillah, seneng banget rasanya. Kemarin tuh lagi ngerasa capek banget, terus dini hari dapat promo buku semurah itu, jujur moodku langsung naik drastis. Jadi senyum-senyum sendiri😁

Dari kejadian itu aku belajar 3 hal:

1️⃣ Bahagia itu sederhana.

2 buku dengan harga murah mungkin terlihat sepele bagi orang lain. Tapi buatku itu cukup bikin mood naik dan hati penuh rasa syukur. Kebahagiaan sering kali hadir dalam bentuk kecil, hanya bisa dirasakan oleh hati yang mau berhenti sebentar dan bersyukur.

2️⃣ Rezeki sering datang di saat lelah, bukan di saat siap.

Lagi capek, belum gajian dan perasaan gak enak lainnya. Tapi justru di momen itu, Allah kasih hadiah kecil yang menghibur hati. Cukup untuk menguatkan di saat tenaga dan perasaan lagi menurun.

3️⃣ Saat kita menolong orang lain, Allah akan kasih ketenangan, akan kasih pertolongan yang kadang waktunya tuh kita gak tau kapan. Yang penting kita melakukannya, bukan untuk pengakuan dari manusia.

Jadi, sesuatu apa nih yang bikin moodmu naik hari ini?

#AkuPernah #HidupHemat #SetujuGak

2025/12/13 Diedit ke

... Baca selengkapnyaKalau di pelajaran Bahasa Indonesia, pesan moral atau pelajaran berharga yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembaca disebut amanat. Dulu aku kira amanat itu cuma ada di cerpen atau dongeng, padahal dalam pengalaman sehari-hari kayak cerita dapat 2 buku cuma 90k ini juga ada amanat yang bisa kita ambil. Jujur, aku termasuk orang yang lagi belajar hidup hemat. Terlepas dari kekurangan yang ada dalam caraku mengatur uang, aku merasa literasi finansial dan khazanah literasi bacaan itu saling nyambung. Waktu lihat promo "Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu" dan satu buku lain di Gramedia, aku mikir: ini bukan sekadar belanja, tapi investasi kecil buat isi kepala dan hati. Amanat pertama yang aku rasakan adalah soal kebahagiaan sederhana. Banyak orang mengejar bahagia versi besar: liburan mahal, gadget baru, atau pencapaian yang wah. Tapi dari rak buku dan keranjang belanja Gramedia yang isinya dua buku Rp40 ribuan, aku belajar kalau bahagia bisa datang dari hal sepele yang cocok dengan kebutuhan kita saat itu. Khazanah literasi juga pelan-pelan bertambah, tapi hati kerasa lebih penuh. Amanat kedua, terlepas dari kekurangan yang ada dalam hidup kita—gaji belum turun, saldo tipis, capek secara mental—rezeki bisa datang di momen yang nggak diduga. Pengalaman dapat promo ini bikin aku sadar kalau Allah kadang kirim penghiburan lewat hal-hal sederhana. Bahkan ketika kondisi jauh dari ideal, tetap ada celah kecil untuk bersyukur. Amanat ketiga terkait dengan menolong orang lain. Sebelum belanja buku, aku sempat bantu peserta kelas nulisku yang kesulitan biaya. Nggak lama setelah itu, muncul kesempatan beli buku murah yang bikin mood naik. Aku nggak mau mengaitkannya secara lebay, tapi ada rasa tenang karena merasa dipermudah. Jadi aku pegang satu prinsip: bantu aja dulu semampunya, jangan terlalu peduli pengakuan manusia. Dari situ, aku pelan-pelan melihat kalau khazanah literasi bukan cuma soal banyaknya buku yang kita punya, tapi juga nilai-nilai yang kita tangkap dari tiap kejadian. Amanat dalam cerita nyata sering lebih nempel di hati karena kita sendiri yang mengalaminya. Kalau kamu lagi baca ini, coba deh lihat seharian tadi: ada nggak momen kecil yang diam-diam mengandung pesan moral buat kamu? Bisa jadi dari diskon buku, obrolan singkat sama teman, atau sekadar menikmati kopi pagi. Terlepas dari kekurangan yang ada pada hari itu, biasanya selalu ada amanat kecil yang siap dipetik kalau kita mau berhenti sebentar dan merasakannya.