5 ciri tanahSawit rusak

1/30 Diedit ke

... Baca selengkapnyaAku dulu sempat bingung kenapa kebun sawit pelan‑pelan produksinya turun, padahal pupuk NPK dan KCL rutin. Setelah dicek lebih detail, ternyata banyak ciri sawit kurang dolomit yang sebelumnya aku anggap wajar. Yang paling kelihatan pertama itu tanah jadi keras banget. Waktu musim kemarau, tanah di sekitar pangkal pokok pecah‑pecah, kalau digali pakai cangkul berasa seperti batu. Akar serabut sawit cuma menyebar di lapisan atas dan dangkal, nggak mau menembus ke bawah karena struktur tanahnya sudah padat. Akibatnya penyerapan hara nggak maksimal. Ciri lain yang aku perhatikan, air hujan cepat banget hilang. Baru turun hujan sehari, besoknya tanah sudah kering lagi. Jadi walaupun curah hujan lumayan, kelembaban tanah nggak tahan lama. Di beberapa blok, daun sawit gampang menguning dan kering di ujung, mirip gejala stres kekeringan. Setelah konsultasi dengan orang yang biasa analisa tanah, disarankan cek pH. Ternyata benar, pH tanah di kebun ada yang di bawah 4,5. Tanah yang terlalu asam bikin unsur hara yang kita berikan lewat pupuk jadi sulit diserap tanaman. Di titik ini aku mulai sadar kalau sawitku memang kurang dolomit sebagai sumber kapur dan magnesium. Produksi TBS pun pelan‑pelan turun. Awalnya per pokok masih lumayan, tapi beberapa tahun kemudian tandan jadi lebih kecil dan jumlah tandan per pokok berkurang. Kalau cuma lihat dari satu musim mungkin tidak terasa, tapi kalau dibandingkan data panen beberapa tahun kelihatan bedanya. Setelah tahu ciri sawit kurang dolomit, aku coba perbaiki dengan aplikasi dolomit 1 kg per pokok setiap 6 bulan, seperti yang banyak direkomendasikan. Cara ini memang nggak langsung terasa dalam satu dua bulan, tapi setelah beberapa musim, tanah mulai lebih gembur, akar lebih kuat, dan daun terlihat lebih hijau. Menurut pengalamanku, yang penting itu konsisten: perhatikan tanah keras, akar dangkal, air cepat hilang, pH <4,5, dan tren produksi turun. Kalau ciri‑ciri ini sudah muncul bersamaan, besar kemungkinan sawit memang kekurangan dolomit dan butuh penanganan segera supaya tanah bisa kembali sehat dan produksi naik lagi.