Gelombang seruan pembubaran DPR belakangan ramai beredar di media sosial. Isu ini muncul di tengah derasnya kritik publik terhadap besarnya tunjangan yang diterima para anggota dewan. Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, pun menanggapi keras. Ia menyebut bahwa orang yang menyerukan pembubaran DPR adalah “orang tolol sedunia”. Sahroni menegaskan DPR tetap memiliki fungsi vital sebagai wakil rakyat. Ia mengaku siap menerima kritik, bahkan hujatan sekalipun. Namun, ia menilai seruan bubarkan DPR tidaklah masuk akal dan berlebihan. Menurutnya, pemerintahan Indonesia belum tentu berjalan baik tanpa keberadaan DPR. Ia juga mengingatkan bahwa meskipun para wakil rakyat tak selalu sempurna, mereka tetap menjalankan kerja-kerja representasi rakyat.

Kejadian penjarahan oleh massa yang menimpa rumah anggota DPR RI Ahmad Sahroni mencuat menjadi sorotan publik. Video viral yang beredar di media sosial memperlihatkan massa menyatroni kediaman Sekretaris Fraksi Partai NasDem tersebut sambil menjarah berbagai barang berharga, termasuk koleksi patung Iron Man dan merusak kendaraan mewahnya.

Peristiwa ini terjadi di tengah gelombang demonstrasi yang marak di Jakarta dan sejumlah daerah di Indonesia. Rumah Sahroni berlokasi di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, menjadi sasaran aksi massa pada 30 Agustus 2025.

Menurut Ketua RT setempat, Yuridisman, massa yang melakukan penjarahan bersedia membubarkan diri atas permintaan warga. Ia menegaskan, tidak ada kekerasan yang terjadi saat warga meminta mereka untuk pergi.

"Dia yang sudah jarah, jarah, kita secara baik saja, kita dorong dia pelan-pelan untuk bubar. Enggak pakai kekerasan, enggak," kata Yuridisman kepada wartawan di depan rumah Sahroni.

Sulit bagi warga setempat untuk menahan massa yang sudah membawa barang jarahan karena jumlah mereka yang sangat banyak. "Dia juga ya kalau sudah dapat bawa, bawa deh, kita mau tahan bagaimana lagi kan. Orang banyak begitu, malah kita nanti kan. Ya udah kita giring mereka keluar, akhirnya mereka mau kan, sampai sekarang nih," tutur Yuridisman.

Sumber : detikcom

🎥iNews, Grup WA & Threads

#Sahroni #BubarkanDPR #rumahsahroni #rumahahmadsahronidijarah

#rumahahmadsahroni

2025/9/12 Diedit ke

... Baca selengkapnyaDalam beberapa waktu terakhir, publik ramai memperbincangkan seruan pembubaran DPR terkait berbagai kritik yang dilemparkan, khususnya mengenai besarnya tunjangan anggota DPR. Namun, penting untuk memahami bahwa DPR mempunyai peran vital dalam sistem pemerintahan Indonesia sebagai wakil rakyat yang menjalankan tugas legislasi dan pengawasan. Selain kritik, terjadi pula insiden penjarahan rumah anggota DPR, Ahmad Sahroni, di Tanjung Priok pada tanggal 30 Agustus 2025. Massa yang banyak memborbardir kediamannya menyebabkan kerusakan fisik dan kehilangan barang, termasuk koleksi pribadi seperti patung Iron Man dan kendaraan mewah. Ketua RT setempat menjelaskan bahwa tidak ada kekerasan langsung karena warga berhasil membujuk massa untuk bubar dengan cara persuasif. Pengalaman ini menunjukkan bagaimana keresahan masyarakat dapat memicu aksi yang tidak terkendali, dan sekaligus menggambarkan pentingnya mengelola aspirasi publik secara bijak. Kritik bisa diterima, bahkan hujatan sekalipun, asalkan disampaikan dengan cara yang tepat dan tidak merusak mental ataupun keamanan. Dari pengalaman tersebut, dapat disimpulkan bahwa solusi untuk permasalahan yang ada bukanlah dengan menghilangkan lembaga penting seperti DPR, tapi melalui evaluasi dan pengawasan yang transparan. Masyarakat pun perlu meningkatkan pemahaman agar kritik membangun tetap produktif dan menghindari tindakan anarkis yang justru merugikan semua pihak.