Ribuan pengemudi ojek online (ojol) menggelar aksi damai di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (2/9/2025). Dalam aksi ini, mereka membagikan ribuan bunga mawar berwarna pink dan putih kepada aparat TNI-Polri yang berjaga, serta memberikan pelukan hangat sebagai simbol persaudaraan. Long march dimulai dari depan pintu masuk Monas menuju pintu barat, dengan membawa pesan persatuan dan damai.
Menurut Humas aksi damai, Erna, sedikitnya 2.000 bunga disiapkan khusus untuk dibagikan. Ia menegaskan bahwa aksi ini juga digelar sebagai bentuk solidaritas terhadap Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang tewas akibat tertabrak kendaraan taktis Brimob saat demonstrasi. Para pengemudi berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas, sejalan dengan instruksi presiden. Bagi mereka, perjuangan menuntut keadilan tetap bisa dilakukan dengan cara yang bermartabat dan damai.
Sumber : iNews & barutausekarang.id
Aksi damai yang diinisiasi oleh para pengemudi ojek online (ojol) ini bukan hanya sekadar unjuk rasa, melainkan juga sebuah ekspresi nyata solidaritas tanpa kekerasan yang sangat menginspirasi. Dengan membagikan ribuan bunga mawar berwarna pink dan putih kepada para aparat TNI-Polri yang berjaga, mereka menunjukkan sikap hormat dan persahabatan antara rakyat dan aparat keamanan. Hal ini menjadi simbol persaudaraan yang kuat di tengah situasi yang bisa berpotensi memanas. Peristiwa ini menyoroti betapa besar kepedulian komunitas ojol terhadap isu keadilan sosial, khususnya terkait kasus Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang meninggal dunia setelah tertabrak kendaraan taktis Brimob saat demonstrasi. Komitmen para pengemudi untuk meneruskan perjuangan menuntut keadilan hingga tuntas sejalan dengan instruksi presiden, menunjukkan mereka memilih jalur yang bermartabat dan damai dalam menyampaikan aspirasi. Long march dari Monas menuju pintu barat Monumen Nasional membawa pesan persatuan yang kuat dan harapan agar kasus ini mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Aksi seperti ini berhasil menarik simpati masyarakat dan menegaskan bahwa gerakan sosial bisa berjalan tanpa kekerasan, melainkan dengan rasa kemanusiaan dan empati. Dalam konteks sosial dan hukum, upaya persuasif seperti ini mempunyai efek positif bagi demokrasi Indonesia. Dengan dialog yang beretika dan penghormatan kepada aparat keamanan, aksi damai ini memperlihatkan bentuk perjuangan yang bisa menjadi contoh bagi kelompok lain yang juga menuntut hak dan keadilan. Solidaritas yang ditunjukkan oleh pengemudi ojol ini menjadi cermin penting bagi masyarakat dalam menjaga kedamaian dan mencari solusi yang konstruktif. Selain itu, penggunaan simbol bunga mawar yang berwarna pink dan putih menambah nilai estetika dan simbolik dari aksi ini. Warna bunga mawar tersebut melambangkan cinta, kedamaian, dan harapan, yang sangat cocok dengan pesan yang ingin disampaikan oleh para pengemudi ojol di tengah tekanan sosial. Secara keseluruhan, Aksi Damai Ojol ini membuktikan bahwa perjuangan untuk keadilan dan solidaritas tidak harus melalui cara keras, melainkan dapat diwujudkan dengan sikap damai dan humanis. Ini juga memperkuat posisi pengemudi ojol sebagai bagian penting dari masyarakat yang sadar akan hak dan kewajiban sosialnya.