jurnal pertamaku di TAHUN 2025
helo july
hai guys, sedikit berbagi pengalaman aku. sebenarnya di tahun 2025 aku udah berkeinginan membuat jurnal, namun karena sibuk sana sini mager sana sini akhirnya di bulan july ini aku memutuskan untuk memulai deh.
karena masih pemula jadi tidak apa kan kalau jurnalku masih hanya coret menyoret saja.. karena bagiku hal pertama yang harus di latih dalam membuat jurnal itu adalah konsistensi kita terlebih dahulu..
semoga dengan jurnal ini nanti akan lebih membantuku merecord, instrospeksi diri, dan menjadi reminder aku ya guys..
buat kamu yang kaum mendang mending kayak aku nggak ada salahnya kok memulai walau di tengah waktu, karena hal baik itu nggak harus menunggu besok-besok untuk di lakukan..
semangat jurnaling ya buat kita yang pemula ini 😁😁
#jurnaling #AdaYangSama #JournalWithMe #journalingidea #journalingaesthetic
Waktu pertama kali pegang jurnal bulanan, aku juga bingung banget mau mulai dari mana. Apalagi lihat di Pinterest dan TikTok, journaling kalender orang-orang aesthetic semua, sementara my jurnal isinya cuma tulisan miring dan stiker yang nempelnya masih berantakan. Tapi dari situ aku sadar, jurnal bulanan itu nggak harus perfect, yang penting kepakai. Buat kamu yang pengin mulai journaling kalender, ini beberapa cara dan ide yang aku pakai di bulan Juli ini: 1. Tentukan fungsi utama jurnal bulanan kamu Aku tanya dulu ke diri sendiri: my jurnal ini mau buat apa? Catat jadwal? Habit tracker? Catatan mood? Akhirnya aku pakai satu halaman kalender bulanan untuk: - Nulis jadwal penting (kerjaan, kuliah, deadline) - Kasih simbol buat mood harian (misal 🙂 😐 🙁) - Tandain tanggal-tanggal spesial biar nggak lupa 2. Mulai dari layout paling sederhana Di halaman Juli aku cuma gambar kotak-kotak kalender biasa, tulis "hello my July" dan "my first journal". Nggak pakai rule ribet. Biar rapi, aku pakai penggaris dan satu pena hitam dulu, baru setelah selesai aku tambah warna pakai highlighter. 3. Pakai stiker dan washi tape seperlunya Aku suka tema tanaman, jadi aku tempel stiker tanaman dan karakter lucu di beberapa sudut halaman. Tipsku: - Jangan terlalu penuh, sisain ruang buat nulis - Pilih 1–2 tema warna biar nggak terlalu rame - Kalau nggak punya stiker, gambar doodle kecil-kecil juga lucu 4. Ide isi journaling kalender bulanan Selain kalender, di belakang halaman Juli aku tambahin: - "To-do list bulanan": hal-hal besar yang pengin aku capai di bulan itu - "Gratitude log": tiap hari tulis 1 hal yang bikin aku bersyukur - "Weekly review": tiap akhir minggu tulis singkat, minggu ini rasanya gimana 5. Cara biar konsisten nulis jurnal Ini bagian tersusah buat aku yang kaum mendang-mending: - Aku taruh jurnal dan pena di meja yang gampang dijangkau - Set reminder di HP tiap malam jam yang kira-kira aku lagi santai - Kalau lagi super capek, cukup tulis 1–2 kalimat aja, nggak usah memaksa panjang 6. Terima kalau jurnal kamu masih berantakan Di awal, halaman jurnal aku banyak coretan salah, tulisan nggak sejajar, warna nggak nyambung. Tapi lama-lama justru itu yang bikin jurnal kerasa personal. My jurnal jadi tempat aku lihat perkembangan diri, bukan cuma pajangan aesthetic. Kalau kamu baru mau mulai di tengah tahun kayak aku, nggak masalah banget. Bisa mulai dari bulan apa pun, kayak Juli ini, terus bikin journaling kalender yang versi kamu sendiri. Pelan-pelan aja, yang penting my jurnal dan jurnal bulanan kamu beneran kepakai buat nge-record hidup kamu dan bantu kamu lebih kenal diri sendiri.

