Bahan ketan kukus
1/2 kg beras ketan putih (rendam 1 jam)
1/4 kg beras ketan hitam (rendam 1 jam)
750 ml santan
2 lembar daun salam
1/2 sdt garam
Bahan serundeng kelapa:
10 siung bawang merah
10 siung bawang putih
4 batang serai
4 ruas lengkuas
2 sdm asam jawa
6 sdm gula merah
1 butir kelapa
1/2 sdt garam
1/2 sdt penyedap
5 cabe merah
Bahan sambel teri:
4 buah tomat
15 siung bawang merah
15 siung bawang putih
50 rawit
20 cabe keriting
4 sdm gula merah (sesuaikan)
1/2 sdt garam
1/2 sdt penyedap
Teri yg sudah digoreng
Kalau jualan
Aku selalu menggunakan
Thinwall dari @Thinwall Victory
✔️Bening
✔️Microwave safe
✔️Freezer safe
✔️Tahan panas
✔️Anti pecah
✔️Anti tumpah dan Anti bocor
Pertama kali dengar nama Songkolo Begadang, aku juga sempat bingung, apa itu songkolo sebenarnya? Ternyata songkolo (atau sokko) adalah olahan beras ketan khas Bugis-Makassar yang dimasak dengan santan, lalu disajikan dengan serundeng kelapa, sambel teri, kadang ditambah telur atau lauk lain. Versi Songkolo Begadang ini biasanya dijual malam hari sampai dini hari, makanya disebut "begadang". Asal-usulnya, songkolo bugis biasa jadi sarapan atau makanan pengganjal perut sebelum beraktivitas. Teksturnya mirip lontong ketan tapi lebih gurih karena dimasak dengan santan dan daun salam. Ada yang pakai ketan putih saja, ada juga yang campur ketan hitam biar warnanya cantik dan rasanya lebih legit. Di resepku ini aku pakai kombinasi keduanya, jadi mirip-mirip songkolo bugis yang sering dijual di warung tradisional. Cara membuat songkolo putih sebenarnya simpel, cuma butuh sedikit trik. Setelah ketan putih dan ketan hitam direndam, kukus setengah matang dulu. Baru kemudian siram dengan santan yang sudah direbus bersama daun salam dan garam. Pastikan santannya hangat, jangan terlalu mendidih, supaya ketan tidak jadi benyek. Aduk pelan sampai santan meresap, lalu kukus lagi sampai ketannya pulen dan matang sempurna. Kalau mau versi putih saja, tinggal pakai beras ketan putih tanpa ditambah ketan hitam. Buat yang penasaran dengan gambar sokko begadang atau tampilan jadinya, biasanya songkolo dibentuk memanjang seperti lontong atau disajikan di thinwall bening satuan. Di atasnya diberi taburan serundeng kelapa yang manis-gurih dan sambel teri pedas. Warna ketan hitam yang gelap berpadu dengan serundeng kecokelatan itu bikin kelihatan menggoda, apalagi kalau dikasih telur rebus atau ikan teri yang garing. Kalau aku lagi jualan Songkolo Begadang 10 ribu, aku pakai thinwall bening yang aman buat microwave dan freezer. Kemasannya kuat, anti bocor dan anti tumpah, jadi pelanggan tetap bisa menikmati songkolo walau dibawa perjalanan jauh. Tips dari aku, susun ketan di dasar kemasan, lalu serundeng kelapa di atasnya, sambel teri dipisah sedikit di pinggir biar yang kurang suka pedas bisa atur sendiri. Songkolo ini enak dimakan hangat saat begadang nonton film, lembur kerja, atau sekadar kumpul keluarga. Rasanya mengenyangkan tapi tetap terasa rumahan. Kalau kamu baru pertama kali coba, bisa mulai dari porsi kecil dulu, nanti lama-lama nagih dan kepikiran buat bikin versi jualan sendiri di rumah.





















































Lihat komentar lainnya