Lelah Mental 😭
Streeesssss berat dr akhir thn lalu sampai awal tahun ini berasa lelah bangeeett #AdaYangSama ?
Dr mulai stress kepikiran omongan keluarga yg akhir'a sy sdkit mulai menjauh spy mental ini tetep bs waras 😵💫 sedikit ada rasa bersalah tapi jika di ingat² lagi semua perkataan'a emosi lngsung timbul.
Direndahkan, dipojokkan, selalu disalahkan sampai dipandang sebelah mata krna sy & suami bukan org "kaya", bukan org berada, bukan org mampu 😌
Segala kehidupan sy di komentari, cara mendidik anak sampai anak² sy dikomentari " dewasa sbelum waktu'a" ..entah apa yg dimaksud dgn kata² itu 😫
Klopun mau menjelekkan sy masih bs diterima tp kl sudh menyangkut anak mohon maaf hubungan keluarga pun bs sy putus.
Apa sy salah jika memutus hubungan keluarga??
Apa yg sy lakukan sudh benar??
Menghadapi tekanan mental yang berat dari keluarga memang bukan hal mudah, terutama ketika kritik tajam terus-menerus datang menyoroti kehidupan pribadi dan cara mendidik anak. Saya pernah mengalami situasi serupa di mana kondisi keuangan keluarga saya tidak sebaik yang diharapkan, dan seringkali menjadi bahan perbincangan negatif dari anggota keluarga lainnya. Tekanan tersebut membuat saya merasa sangat lelah secara mental dan emosional. Apa yang paling membantu saya adalah dengan mencoba menjaga jarak dari sumber stres tersebut. Memutuskan untuk membatasi komunikasi atau bahkan memutus hubungan sementara memang sulit, tetapi terkadang perlu untuk menjaga kedamaian batin dan kesehatan mental. Bicara soal anak, saya memahami betul bagaimana komentar yang menyebut anak "dewasa sebelum waktunya" bisa sangat menyakitkan dan membuat kita mempertanyakan keputusan kita sebagai orang tua. Namun, penting untuk selalu fokus pada kebahagiaan dan perkembangan anak sesuai dengan nilai-nilai yang kita yakini benar, terlepas dari penilaian orang lain. Saya juga belajar pentingnya dukungan dari pasangan dan orang-orang terdekat yang mengerti kondisi kita. Berbagi cerita dan pengalaman dengan mereka membantu saya merasa tidak sendiri dan lebih kuat dalam menghadapi tekanan tersebut. Intinya, menjaga kesehatan mental adalah prioritas utama. Kadang mengambil langkah tegas seperti menjauh dari hubungan toksik bukanlah sebuah kesalahan, melainkan bentuk cinta pada diri sendiri dan keluarga inti. Jika kamu merasakan hal serupa, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional atau komunitas yang bisa memberikan dukungan emosional. Ingat, tidak apa-apa mengakui bahwa kita lelah dan membutuhkan waktu untuk merawat diri. Menjadi kaya secara materi memang penting, tapi kekayaan mental dan kebahagiaan keluarga jauh lebih berharga.
