Manusia Minim Ilmu, Minus Etika

Gak seperti biasanya yang cuek, hari ini aku coba ngeladenin orang yang agak²... ( isi sendiri ) Mumpung hari ini free, jadi daripada gabut 😄

Berawal dari aku liat postingan kreator lain tentang "hal yang paling penting dalam memilih suami", dan komenlah aku "simple aja, yg cintanya lebih besar dr cintamu".

Maksudku komen gitu tuh karena si kreator kan tanya "PALING PENTING", nah dari sudut pandang yang didasarkan pada pengalaman pribadi & orang² di sekitarku, aku menyimpulkan bahwa suami yang cintanya lebih besar seringnya pernikahan akan baik² saja.

• • •

Aku pun paham betul, kriteria memlilih suami itu banyak & gak bisa sembarangan. Tentu harus seiman, paham agama, bertanggungjawab, gak patriarki, HARUS bekerja/berpenghasilan ( poin penting ), dll. Cuma di awal kan udah kusebutkan "simple aja", yang berarti "gampangnya". Menurutku, dari banyaknya kriteria, itu yang paling penting ( bukan berati selain itu gak penting ya, balik lagi ke masing² orang ). Karena ketika cinta lelaki ( suami ) lebih besar, dia akan mengupayakan segalanya, dia akan mati²an effort demi orang² yang dia cintai ( istri, anak & rumah tangganya, karena dialah pemimpinnya ). Apakah yang cintanya setara, yang sama porsinya berarti tidak bisa dijadikan suami? Tentu saja tidak. Bahkan kalopun cinta si wanita yang lebih besarpun juga gapapa, bukan sesuatu yang salah. Kembali lagi, semua orang punya kriterianya masing² & gak perlu diributkan, gak perlu memaksakan pendapat ( kalo bertentangan dengan yang kita yakini), tugas kita cuma 1, HARGAI!

• • •

Menurutku, ada beberapa hal dimana akan lebih baik kalo kita sebagai wanita yang dicintai, atau kalo bisa cinta lelakinya yang lebih banyak. Sekali lagi, ini dari pengalaman & pengamatan pribadiku ya, jadi gak usah diperdebatkan lagi karena ini kembali ke personal background masing²🙏🏻

Jadi bukan semata-mata milih suami hanya bermodal cinta aja kayak yang di bilang si V diatas itu ( ibarat gunung es, pernyataan "simple aja, yang cintanya lebih besar daripada cintamu" itu hanya puncaknya aja, di bawahnya akan banyak sekali pembahasan ). Dari awal komen, entah dianya yang gak paham literasi atau emang gak ada kemampuan mencerna sebuah kalimat, tapi emang sedari awal komenpun terkesan "merendahkan", melenceng jauh dari topik, adu argument malah ngelantur ngalor ngidul ke sana ke mari gak jelas, merembet ke hal² yang bersifat pribadi, ngatain suamiku ( jangankan kenal, tau, bahkan ngeliat aja gak pernah ), nyerang personal, body shaming & ngebully aku dengan kata² kasar & gak pantas ( sampai kena hapus system )🤦🏻‍♀️

Dari semua komentar²nya, aku jadi bisa menarik kesimpulan kalo kayaknya si V ini tuh insecure gak sih? Jadi dia tuh iri & seolah gak terima ada wanita lain yang dicintai, dibucinin & diratukan suaminya ( terlebih kalo si wanita tuh gak cantik ), jadilah dia meradang kepanasan sendiri di kolom komentar karena cemburu sosial. Kan lucu, orang lain bahagia dapet suami baik, dianya gak terima ( ngatain & jelek²in suaminya ). Dianya yang insecure tapi nyuruh orang lain perbaiki penampilan & ngaca? 😅

Aku sampai mikir, dia tuh ada masalah apa sebenernya? Kok sampai "segitunya" di ranah publik dengan orang yang gak dia kenal sama sekali, Jujur justru kasian sebenernya, mungkin dia gak bahagia, mungkin dia banyak beban di hidupnya, mungkin juga dia ada trust issue sama lelaki bahkan sama suaminya sendiri, atau bisa jadi dia kurang perhatian, sentuhan & belaian dari suaminya kali ya? 🤭

Karena setauku, orang yang benar² aslinya bahagia di real life, kebahagiaannya akan terpancar juga di dunia maya ( terlihat dari pembawaanya yang tenang, gak suka huru hara, bahasa & attitude yang digunakan ketika berkomentar/menanggapi postingan orang lain gak akan beda jauh ) 🤨

Biasanya, orang² kayak si V ini, yang "arogan" di medsos tuh rata² pakai akun anonim karena insecure, pengecut (gak berani nunjukin identitas aslinya ) karena ya emang mentalnya mental tempe 👎🏻

Orang² kayak gini tuh mau nunjukin "powernya" buat caper, nyari kepuasan, butuh validasi yang gak bisa mereka dapatkan di real life. Yang artinya, di dunia nyata, mereka bukanlah siapa² & bukan apa², alias keberadaanya gak diperhitungkan karena segakpenting itu di lingkungannya 🤭

✨ Percayalah, apa yang kau tunjukkan di dunia maya, menunjukkan seperti apa dirimu sebenarnya di dunia nyata.

Ketikanmu menunjukkan kualitas dirimu, Karena vibe itu bisa dirasakan & tidak bisa dibuat² 🙌🏻

Nyatanya warga Lemon8_ID makin ke sini makin gak seramah dulu. Banyak banget manusia² negatif vibe kek si V ini bergentayangan di sini 🙄

Btw, #AdaYangSama juga gak, pernah nemu yang modelan begini? 🤭

#DiaryHariIni , 11 Juli 2025 | 17.04 WIB

#KreatorIndonesia #toxicpeople #womensupportwomen

2025/7/12 Diedit ke

... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali nemu istilah istri sejati 2D, jujur aku sempat mikir itu kayak standar istri sempurna ala drama atau anime: selalu cantik, sabar, manut, pokoknya tanpa cela. Tapi makin ke sini, aku sadar kalau versi "istri sejati" tiap orang tuh beda banget, dan nggak harus selalu kelihatan sempurna di feed medsos. Buat aku pribadi, istri sejati 2D itu lebih ke bagaimana aku sebagai istri di dunia nyata dan dunia maya tetap punya satu benang merah: jadi diri sendiri, jaga batasan, dan tetap hormat sama pasangan. Di real life, yang aku pegang penting itu kombinasi cinta, komunikasi, dan tanggung jawab. Cinta suami yang lebih besar menurutku bikin dia mau berjuang lebih keras buat rumah tangga, tapi bukan berarti aku cuma duduk manis. Sebagai istri, aku juga belajar buat nggak bergantung sepenuhnya, tetap bisa berdiri di kaki sendiri, dan nggak menjadikan suami sebagai satu-satunya sumber bahagia. Di dunia maya, tantangannya beda lagi. Kadang kita cuma mau sharing pendapat soal memilih suami atau pernikahan, tiba-tiba muncul akun anonim yang bawa vibes negatif, body shaming, dan merasa paling benar. Di titik ini aku belajar, jadi istri sejati 2D juga berarti punya mental yang cukup kuat buat nggak ke-trigger setiap komentar jahat. Bukannya nggak sakit hati, tapi aku pilih buat nggak kasih mereka power buat ngubah cara pandangku ke diri sendiri dan ke pernikahanku. Hal lain yang aku pelajari: penting banget punya batasan jelas antara kehidupan pernikahan dan konten. Nggak semua masalah rumah tangga harus dibawa ke publik. Kalau lagi ada konflik sama suami, aku lebih milih ngobrol langsung daripada cari pembenaran di kolom komentar. Justru ketika hubungan di real life sehat, kita lebih kebal sama tuduhan random dari orang yang bahkan nggak kenal kita. Buat yang lagi belajar jadi istri sejati 2D versi dirinya sendiri, menurutku nggak perlu kejar standar orang lain. Kalau suamimu penyayang tapi kalian masih berproses secara finansial, itu tetap berharga. Kalau kamu belum bisa tampil cantik setiap saat tapi hati tenang dan rumah tangga harmonis, itu juga bentuk "istri sejati". Yang penting, jangan biarkan komentar toxic di medsos bikin kamu ragu sama nilai dirimu sebagai istri. Kalau kebetulan kamu juga pernah diserang akun anonim yang sok menilai penampilan dan pernikahanmu, serius: itu lebih banyak ngomongin kondisi hati mereka daripada tentang dirimu. Fokus aja ke orang-orang yang benar-benar hadir di hidupmu, bukan yang cuma muncul di kolom komentar buat cari validasi sementara. Versi istri sejati 2D-mu sah dan valid selama kamu dan pasangan saling menghargai dan berusaha bareng.

15 komentar

Gambar Rusono Arsya Alfarizi
Rusono Arsya Alfarizi

yang penting di bisa kawin

Lihat lainnya(1)
Gambar mulia masrianto
mulia masrianto

kebesarannya

Lihat komentar lainnya