Usia 27 Th dikatain gini, Tanggapanmu apa⁉️
Usia kami sama 27 Tahun.
Juni kemarin kami baru aja melangsungkan pernikahan.
Ada beberapa orang yang julid karna kami baru menikah, ada yg bilang
“umur berapa kok baru nikah, si A itu kemarin adik kelasmu ga? Udah punya anak dia tuh sekarang malah”
“Kayaknya kamu sendiri didesa ini yang anak gadis tapi belum menikah”
idih.. ya Ampun aku geleng2 sama jalan fikiran orang-orang yang ga ngerti konsep menggapai cita-cita, wanita karir, dan prinsip menikah diwaktu yang SIAP baik segi financial, kesehatan jiwa dan raga.
Masih banyak didesa ku yang menjadikan patokan menikah seperti jalan perlombaan berkejaran sama usia.
Kalo tanggapan kalian gimana?
Jujur, sebelum akhirnya menikah di usia 27 tahun, aku juga sering kepikiran soal omongan orang. Apalagi di lingkungan desa, standar “normal” itu kayaknya kalau cewek umur 23–24 sudah harus menikah, umur 27 dianggap telat. Padahal hidup orang kan beda-beda. Waktu aku usia 25–26, fokusku masih ke kerjaan dan beresin target pribadi. Aku pengin punya tabungan dulu, bantu orang tua, beresin urusan karier biar nanti setelah menikah nggak terlalu keteteran. Tapi di situ justru mulai muncul komentar, “kok belum menikah?”, “pilih karier terus ya?”, sampai dibandingin sama teman yang sudah punya anak duluan. Kalau kamu sekarang umur 27 belum menikah, menurutku itu bukan aib sama sekali. Beda cerita kalau kamu belum menikah karena belum ketemu orang yang tepat, atau masih pengin berproses, sama kalau memang belum siap secara mental dan finansial. Menikah itu bukan balapan umur; yang susah itu menjalani hari-harinya. Menikah umur 27 juga ada plusnya. Rata-rata di usia segini kita lebih kenal diri sendiri: tahu maunya gimana, batas toleransi dalam hubungan sampai mana, dan lebih realistis soal rumah tangga. Waktu diskusi soal keuangan, tempat tinggal, dan rencana punya anak, kita sudah bisa ngobrol lebih dewasa. Nggak cuma asal “yang penting sah dulu”. Buat yang sering dibanding-bandingkan, aku biasanya pakai cara ini: 1. Ubah cara pandang: ketika ada yang nanya “kok belum nikah?”, aku jawab santai, “lagi fokus beresin diri dulu, doain ya biar ketemu yang terbaik.” 2. Batasi curhat ke orang yang memang suportif. Bukan ke orang yang tiap ketemu cuma nambahin tekanan. 3. Ingat lagi alasannya: kenapa kamu memilih belum menikah atau baru menikah di usia sekarang. Kalau kamu tahu alasanmu kuat, omongan orang akan terasa lebih pelan. Kalimat seperti “umur 27 belum menikah kok santai banget?” atau “umur segitu baru menikah, nggak malu?” itu sebenarnya lebih mencerminkan pola pikir mereka, bukan nilai hidup kita. Nggak ada yang salah dengan menikah umur 21, 25, atau 27 tahun, selama memang sama-sama siap. Kalau kamu sekarang masih di fase galau antara tekanan lingkungan dan keinginan pribadi, boleh banget pelan-pelan bikin rencana hidup versi kamu sendiri. Bukan berarti anti menikah, tapi kamu punya hak untuk memilih kapan waktunya. Dan kalau kamu akhirnya menikah di usia 27 atau bahkan di atas itu, kamu nggak perlu merasa kalah start. Hidup bukan lomba, dan kebahagiaan nggak punya batas umur.

Setuju banget. Menikah itu ibadah seumur hidup, bukan lomba lari 100 meter. Lebih baik 'telat' tapi siap segala aspek, daripada buru-buru tapi mental belum stabil. 27 tahun itu produktif banget kok. Justru keren bisa fokus ke karier dan self-growth dulu sebelum jadi istri/ibu. Yg sibuk ngurusin umur nikah orang lain biasanya lupa kalau kebahagiaan kita bukan mereka yg bayar. Lucu yaa, mereka yg ribet, padahal kita yg menjalani. Menikah pas sudah SIAP jauh lebih mulia daripada menikah cuma karena TAKUT omongan orang. Santai aja kak, you did great 🤗🥰