... Baca selengkapnyaAku pernah berada di fase produksi ASI seret banget, sampai rasanya mau menyerah. Dari situ aku mulai cari-cari jamu booster ASI yang bentuknya kapsul biar praktis, dan ketemu produk jamu dengan kandungan ikan gabus dan daun kelor, ada 60 kapsul, POM TR 213 337 751 dan label halal. Ini sedikit cerita pengalamanku, siapa tahu bisa jadi referensi buat ibu lain.
Pertama, aku cek dulu legalitas dan komposisinya. Buatku penting banget ada nomor BPOM (kayak POM TR 213 337 751) dan label halal supaya lebih tenang minumnya. Ikan gabus dikenal tinggi albumin yang katanya bagus buat pemulihan badan ibu dan bantu kualitas ASI. Daun kelor sendiri sering disebut ‘superfood’ karena kaya vitamin dan mineral, jadi harapannya bukan cuma ASI yang terbantu, tapi stamina ibu juga.
Cara minumnya, aku ikuti aturan di kemasan: biasanya 2–3 kali sehari setelah makan. Aku sengaja minum teratur selama beberapa minggu, sambil tetap jaga hal dasar lain: minum air putih banyak, nggak skip makan, dan tetap sering direct breastfeeding / pumping sesuai jadwal. Menurut pengalamanku, jamu booster ini bukan sulap; efeknya kerasa setelah beberapa hari sampai seminggu. Payudara terasa lebih cepat penuh, dan hasil pumping bertambah pelan-pelan, nggak langsung drastis.
Yang perlu diingat, jamu booster itu sifatnya membantu, bukan penentu utama. Kalau ibu masih jarang menyusui, kurang minum, sering begadang, produksi ASI tetap bisa seret walau sudah minum jamu. Jadi aku tetap kombinasi dengan pijat laktasi ringan, kompres hangat sebelum menyusui, dan berusaha lebih rileks. Ternyata ketika aku lebih tenang dan nggak terlalu stres mikirin stok ASI, alirannya juga jauh lebih lancar.
Buat ibu yang punya riwayat alergi atau penyakit tertentu, menurutku sebaiknya konsultasi dulu ke bidan atau dokter sebelum minum jamu booster apa pun, termasuk yang mengandung ikan gabus dan daun kelor ini. Walaupun jamu dan sudah terdaftar resmi, kondisi tubuh tiap orang kan beda-beda. Jangan lupa juga perhatikan reaksi tubuh sendiri: kalau terasa pusing, mual berlebihan, atau ada keluhan lain, lebih baik dihentikan dulu.
Kesimpulannya, jamu booster ASI kapsul dengan kandungan ikan gabus dan daun kelor plus nomor POM dan label halal cukup membantu aku menjaga produksi ASI, asal dipakai bareng pola hidup sehat dan frekuensi menyusui yang rutin. Kalau kamu lagi galau soal booster ASI, boleh banget jadikan pengalaman ini sebagai gambaran, tapi tetap dengarkan tubuhmu sendiri dan konsultasi ke tenaga kesehatan ya.