5 hari yang laluDiedit ke

... Baca selengkapnyaSeringkali, kita memaknai ketenangan sebagai sesuatu yang mudah diraih, padahal sebenarnya ketenangan itu "mahal" dan tidak instan. Dari pengamatan dan pengalaman pribadi, ketenangan bukanlah sesuatu yang datang tanpa proses. Bayangkan ketika kita menghadapi kegagalan atau kehilangan yang mendalam, semua itu adalah "bayaran" yang membuat kita merasa hampa dan kecewa. Saya sendiri pernah melewati masa sulit ketika kehilangan kesempatan penting dalam karier. Perasaan kecewa itu tidak bisa saya bagi kepada orang lain karena takut dianggap lemah. Namun seiring waktu, rasa kecewa itu saya telan sendiri dan justru membentuk kekuatan dalam diri saya. Tubuh dan jiwa saya akhirnya "belajar bertahan" dan menemukan sebuah ketenangan yang autentik. Menurut saya, ketenangan sejati adalah kemampuan untuk tetap bangkit dan menerima segala hal yang terjadi tanpa harus terguncang oleh emosi negatif secara berkepanjangan. Proses ini memang mahal harganya karena harus melewati pahitnya kegagalan dan kehilangan, tapi justru dari sana kita bisa tumbuh dewasa. Mengalami dan menerima tentang apa yang tidak bisa kita ubah menjadi kunci ketenangan. Dalam perjalanan itu, sangat penting untuk belajar memaafkan diri sendiri dan memandang kegagalan sebagai peluang belajar. Dengan cara ini, tubuh dan pikiran akan lebih siap untuk menghadapi tantangan berikutnya tanpa kehilangan keseimbangan emosional. Oleh karena itu, ketenangan bukanlah hadiah yang datang dengan mudah. Ia adalah buah dari perjalanan panjang yang penuh ujian. Ketika kita mampu melewati masa-masa itu, barulah kita akan merasakan ketenangan yang sesungguhnya, bebas dari gangguan mental dan emosional yang seringkali membuat kita terhenti.