KH.NAJIH MAEMUN ZUBAIR
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ
"Dan perintahkanlah keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang bertakwa" )QS. Thâhâ:132)
Mengamalkan perintah dalam QS Thâhâ ayat 132, yaitu memerintahkan keluarga untuk mendirikan shalat dan bersabar dalam melaksanakannya, sangat penting untuk membangun fondasi spiritual yang kuat dalam sebuah keluarga. Shalat sebagai tiang agama menjadi sarana utama untuk mendekatkan diri kepada Allah, sementara kesabaran dalam menjalankannya mencerminkan keteguhan iman. Saya pernah mengalami masa di mana saya cukup kesulitan untuk konsisten menjalankan shalat berjamaah bersama keluarga. Namun, ketika saya mulai menegaskan pentingnya shalat dan mengajak keluarga untuk melaksanakan bersama, saya melihat perubahan yang positif. Rasa sabar menjadi kunci untuk tetap istiqamah walau terkadang ada kesibukan atau gangguan. Selain itu, ayat ini juga menegaskan bahwa rezeki datang dari Allah, sehingga kita tidak perlu khawatir berlebihan tentang materi selama kita terus beribadah dan bertakwa. Keyakinan bahwa Allah lah yang mengatur rezeki membuat saya lebih tenang dan mampu fokus memperbaiki kualitas ibadah tanpa takut kekurangan. Mengajak keluarga untuk bersama-sama memperbaiki kualitas shalat dan menguatkan kesabaran tidak hanya mendekatkan kita dengan Sang Pencipta, tetapi juga mempererat hubungan keluarga. Saya biasanya saling mengingatkan secara lembut dan memberi contoh melalui konsistensi pribadi agar semua merasa termotivasi. Dari pengalaman saya, mempraktikkan pesan dalam QS Thâhâ:132 membawa ketenangan hati serta kebahagiaan di rumah. Bersabar dalam shalat bukan hanya soal menahan diri, tapi juga tentang menjaga semangat dan kesungguhan dalam mendekatkan diri kepada Allah serta membimbing keluarga menuju ketakwaan. Sehingga, keberkahan dan kebaikan hakiki akan mengikuti perjalanan hidup kita.


















