... Baca selengkapnyaJujur, sebelum sering ke hutan aku juga sempat bingung: rebung itu sebenarnya terbuat dari apa sih, dan apa semua rebung boleh dimakan? Pas membolang kemarin, sambil ngumpulin rebung hutan yang sudah dikupas dan disusun rapi di wadah, aku jadi makin paham soal rebung dan cara milih yang aman.
Rebung itu adalah tunas muda dari bambu, jadi bagian pucuk yang masih lunak, berwarna putih kekuningan, teksturnya renyah kalau dimasak. Biasanya dipanen saat masih muda, sebelum keras jadi batang bambu. Nah, nggak semua rebung dari semua jenis bambu enak dan aman untuk dimakan, jadi penting banget buat tahu ciri-cirinya.
Dari pengalaman aku, rebung hutan yang bagus biasanya:
- Warnanya putih kekuningan, nggak terlalu tua atau kecokelatan.
- Teksturnya masih empuk, bukan yang sudah keras atau berserat banget.
- Baunya segar, bukan menyengat atau asam aneh.
- Nggak ada bercak hitam atau busuk di permukaan.
Soal jenis rebung yang tidak boleh dimakan, biasanya yang harus dihindari itu rebung yang pahit banget atau berbau aneh. Beberapa jenis bambu tertentu punya kandungan sianida alami yang lebih tinggi di rebungnya. Makanya, rebung hutan hampir selalu harus direbus dulu dan dibuang air rebusannya supaya aman. Kalau pas dicicip sedikit terasa pahit berlebihan, aku pribadi biasanya pilih nggak dipakai.
Buat yang penasaran, rebung dalam bahasa Sunda itu sering disebut "prinsipang" atau "rebung" juga, tergantung daerah. Di beberapa kampung, orang tua suka ajarin nama lokal rebung dan jenis bambu yang boleh dimakan. Kalau kamu main ke kampung atau hutan di Jawa Barat, enak banget kalau sekalian nanya ke warga lokal, soalnya mereka hafal mana bambu yang rebungnya enak dimasak sayur.
Pertanyaan lain yang sering muncul: apakah rebung beracun? Rebung yang diolah dengan benar umumnya aman. Yang bisa bahaya itu kalau dimakan mentah atau setengah matang, apalagi dari jenis bambu yang memang tinggi kandungan racunnya. Tips dari aku:
- Selalu rebus rebung dulu dengan air banyak, minimal sekali atau dua kali, buang airnya.
- Kalau masih pahit, rebus lagi dan ganti air.
- Jangan konsumsi rebung mentah.
Biasanya setelah direbus dan diolah, rebung hutan ini enak banget dibuat tumis pedas, sayur lodeh, atau gulai rebung. Teksturnya renyah lembut, apalagi kalau rebungnya yang muda. Di foto, rebung yang sudah dikupas dan ditumpuk di wadah biru itu siap banget diolah jadi masakan rumahan enak.
Kalau kamu baru pertama kali ketemu rebung hutan, saran aku jangan malu tanya ke orang yang lebih berpengalaman, entah itu orang tua, tetangga, atau warga lokal di sekitar hutan. Selain lebih aman, kamu juga bisa belajar bedain langsung mana rebung yang layak konsumsi dan mana yang sebaiknya ditinggal saja. Dari situ lama-lama bakal kebiasa dan lebih percaya diri tiap kali nemu rebung di hutan.
kalau kata orang Sunda namanya iwung, enak di sayur lada🤤 #isiobrolan