Yang diajarin ngaji malah sibuk bgt sama posisi duduknya 😂
Mengajari anak ngaji memang kadang menghadapi tantangan unik, salah satunya adalah perhatian mereka yang mudah teralihkan, misalnya terlalu fokus pada posisi duduk saat belajar. Padahal kenyamanan fisik memang penting, tapi tetap harus seimbang dengan fokus utama yaitu memahami dan menghafal huruf hijaiyah serta makhraj yang benar. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan membuat suasana belajar menjadi lebih atraktif dan menyenangkan. Menggunakan metode belajar yang interaktif seperti cerita bergambar, permainan edukatif, atau menggunakan aplikasi belajar ngaji digital bisa membantu anak lebih mudah memahami dan tertarik untuk terus belajar. Selain itu, penting juga bagi pengajar atau orang tua untuk memberikan contoh yang baik, sabar, dan terus memberikan motivasi agar anak merasa semakin percaya diri. Memperhatikan aspek psikologis anak, seperti memberikan pujian ketika mereka berhasil mengucapkan huruf atau ayat dengan benar, juga bisa membantu meningkatkan semangat belajar. Faktor posisi duduk memang perlu diperhatikan agar anak merasa nyaman dan tidak mudah lelah. Pilih kursi dan meja yang sesuai tinggi badan, atau biarkan anak duduk bersila di karpet yang empuk agar lebih rileks. Namun, jangan sampai fokus berlebihan pada posisi duduk ini justru membuat anak lupa tujuan utamanya, yaitu belajar membaca Al-Qur’an dengan benar. Dengan pendekatan yang tepat, belajar ngaji akan menjadi pengalaman positif dan menyenangkan bagi anak. Jadi, sebaiknya fokuskan dulu pada penguasaan materi dan kebiasaan membaca yang baik, sambil secara perlahan membimbing anak untuk memperbaiki posisi duduk dan postur saat belajar. Ini akan membentuk fondasi yang kuat agar anak tidak hanya lancar membaca tetapi juga nyaman dan disiplin dalam belajar.
























