JUJUR AJA

2025/10/28 Diedit ke

... Baca selengkapnyaMenjadi orang tua memang penuh tantangan, terutama saat anak menangis tanpa henti. Setiap orang tua tentu punya gaya berbeda dalam menanggapi tangisan anak, yang paling umum adalah memilih untuk mendiamkan atau membujuknya. Berdasarkan pengalaman saya dan beberapa teman, kedua cara ini punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jika kita memilih untuk membujuk, biasanya anak bisa merasa lebih diperhatikan dan tenang lebih cepat. Misalnya dengan menggendong, menyanyi, atau memberikan mainan favorit. Namun, ada kalanya membujuk terlalu sering dilakukan justru membuat anak jadi lebih rewel karena ia tahu kalau menangis bisa membuat orang tua segera merespon. Sebaliknya, didiemin alias membiarkan anak menangis juga bisa jadi cara untuk mengajarkan mereka mengekspresikan emosi dan belajar mandiri. Tapi, tentu harus dilakukan dengan hati-hati, jangan sampai anak merasa diabaikan. Saya pribadi biasanya mengamati dulu penyebab tangisan, kalau tampak tidak ada bahaya dan anak hanya butuh mengekspresikan perasaannya, saya beri waktu sebentar untuk tenang sendiri. Selain itu, beberapa ibu juga memanfaatkan stiker anak kecil nangis ala Korea yang lucu dan ekspresif seperti yang sedang viral, sebagai cara menghibur atau membuat anak tersenyum. Ini ternyata cukup efektif sebagai pengalih perhatian si kecil. Intinya, tidak ada jawaban pasti apakah membujuk atau mendiamkan yang terbaik. Semua tergantung situasi, karakter anak, dan perasaan orang tua. Yang penting adalah tetap sabar dan peka terhadap kebutuhan dan kondisi anak. Semoga pengalaman ini bisa jadi referensi dan dukungan untuk para ibu lain yang sedang menghadapi situasi serupa.