S1 kok dirumah aja? Sering banget denger hal itu padahal irt ataupun working mom kalian punya peran yg penting 🫰🏻#workingmom #irt
Sebagai seseorang yang pernah mengalami tekanan sosial karena memilih menjadi ibu rumah tangga setelah menyelesaikan pendidikan S1, saya dapat merasakan betul bagaimana sulitnya menjalani peran ini tanpa mendapat pengakuan yang layak. Banyak orang sering menganggap bahwa kesuksesan hanya diukur dari karier, jabatan, maupun penghasilan yang terlihat secara langsung, sehingga ibu rumah tangga sering diremehkan karena pekerjaan mereka kurang nampak secara kasat mata. Padahal, menjadi IRT bukan sekadar mengurus rumah tangga secara fisik, tetapi juga mengelola emosi keluarga, mendidik dan membentuk karakter anak, serta menjaga keharmonisan dalam rumah. Semua ini adalah investasi besar bagi masa depan anak dan ketentraman keluarga. Dari pengalaman pribadi, saya menyadari bahwa peran ini menuntut kesabaran, keteguhan hati, serta pengorbanan yang tak sedikit. Pengaruh media sosial juga memperparah stigma tersebut karena seringkali hanya menampilkan kisah sukses di dunia kerja atau bisnis, sehingga terlihat bahwa bekerja di luar rumah adalah satu-satunya cara untuk menunjukkan produktivitas dan kesuksesan. Padahal, setiap orang memiliki kondisi, pilihan hidup, dan prioritas berbeda yang harus dihormati. Lebih dari itu, budaya membandingkan antara IRT dengan working mom harus diakhiri. Keduanya sama-sama memiliki peran yang mulia, hanya saja cara mereka berkontribusi berbeda sesuai dengan situasi dan kebutuhan keluarga. Saya juga memahami bahwa kadang orang lain yang meremehkan mungkin sedang mencari validasi untuk diri mereka sendiri atau merasa iri dengan ketenangan yang dimiliki oleh ibu rumah tangga. Melalui pengalaman ini, saya belajar bahwa menjadi ibu rumah tangga adalah sebuah pilihan yang patut dihargai dan tidak boleh dijadikan standar penilaian yang menyudutkan. Peran IRT maupun working mom sama-sama memberikan kontribusi besar dalam membangun keluarga dan masa depan anak-anak. Semoga semakin banyak yang memahami dan menghargai peran ini demi terciptanya pandangan sosial yang lebih adil dan suportif.












