... Baca selengkapnyaJujur aja, momen makan nasi segunung cuma pakai telur dadar itu relate banget buat aku. Kadang di rumah, lagi laper berat, ujung-ujungnya nasi putih numpuk kayak gunung, lauknya cuma dua potong telur dadar yang digoreng tipis. Simple banget, tapi justru itu yang bikin nagih.
Biasanya aku masak telur dadar pakai bumbu bawang putih, bawang merah, sedikit garam, merica, kadang ditambah irisan cabai biar ada pedes-pedes dikit. Kalau lagi niat, aku campur daun bawang biar wangi. Telur dadar tipis terus dipotong kecil-kecil, diatasin ke nasi segunung, lalu disiram kecap manis. Udah, gitu doang, tapi bisa bikin nambah berkali-kali.
Masalahnya, kalau lagi makan lahap kayak gitu dan ada orang lihat, suka langsung berasa malu. Dalam hati mikir, "Duh, ketahuan makan nasi segunung cuma pake telur dadar, dikira nggak mampu beli lauk lain lagi." Padahal sebenarnya ini lebih ke soal selera dan momen laper aja. Makan nasi segunung itu rasanya puas banget, apalagi kalau nasinya masih hangat dan teksturnya pulen.
Kalau lagi sendiri di rumah, aku nggak peduli sih, bebas aja mau makan sebanyak apa. Tapi kalau di kantor atau di warteg, suka ngerem porsi nasi biar nggak kelihatan menggunung banget. Padahal kalau dipikir-pikir, tiap orang punya gaya makan sendiri, dan nggak ada yang salah dengan makan banyak selama kita tetap jaga kesehatan.
Menurut aku, kombinasi nasi segunung dan telur dadar itu cocok buat: tanggal tua, anak kos yang lagi hemat, atau orang yang pengen makan simple tapi tetap kenyang. Telur dadar juga gampang diatur: mau dibuat pedas, gurih, ataupun dikasih tambahan sayur kayak wortel serut atau kol tipis biar lebih berwarna.
Kalau kamu juga pernah makan nasi segunung cuma pakai telur dadar, coba nikmati tanpa rasa bersalah. Justru di momen seperti itu kita sadar, makanan sederhana bisa bikin bahagia. Yang penting, setelah kalap makan, tetap imbangi dengan minum air putih dan gerak sedikit biar badan nggak terlalu kaget. Kamu tim nasi segunung atau tim nasi secukupnya?
tambah sambel mantap kak❤️