topeng??
haii #Lemon8 mon maap curhat dikit hha
ini dia topeng alias the real muka senyum tapi hati berantakan🙃
sumpah sii ujian banget thn skrng buat akuu
1. di php in kerja
2. ujian hubungan
3. dimanfaatin
4. gagal tunangan
5. disepelein
6. masalah keuangan
7. direndahin
dn masi bnyk lagii🙃
knp gtu ktemu orng" tuh kyk gini semua haduu🙃
capek ga sih🙃
mana aku ank pertama lagii😌
untungnya aku udh terlatih mentalnya jadi kuat🙃
Jujur, pas bikin foto dengan tulisan "TOPENG?? SAMPAI KAPAN?" itu, aku lagi di fase yang rasanya cuma bisa senyum di luar, padahal di dalam ambyar. Senyum di balik topeng itu nggak selalu karena kita kuat, kadang karena kita nggak punya pilihan lain selain jalan terus. Buat kalian yang lagi ngerasain hal sama, mungkin beberapa hal ini relate: 1. Senyum di kantor atau kampus, padahal habis di-PHP-in soal kerjaan atau janji yang nggak ditepati. Orang lain cuma lihat kita rapi, senyum, seakan baik-baik aja, tapi nggak ada yang tahu malam sebelumnya habis nangis mikirin masa depan. 2. Senyum di depan keluarga biar mereka nggak kepikiran. Terutama buat anak pertama, pasti ngerti rasanya harus kelihatan kuat, jadi contoh, padahal kadang pengen juga bilang, "Aku capek" tanpa dibilang lemah. 3. Dalam hubungan, kita pura-pura fine, bercanda, upload foto bahagia, padahal hati lagi diuji banget. Ujian hubungan, gagal tunangan, atau rasa dimanfaatin itu bikin kita makin jago pasang topeng, pura-pura nggak apa-apa. 4. Masalah keuangan juga bikin topeng itu makin tebal. Di luar masih bisa nongkrong, masih bisa senyum di story, padahal lagi mikir, "Besok bayaran dari mana?" Tapi tetap aja kita jalanin, karena kalau nggak pura-pura kuat, siapa lagi? Kadang aku mikir, sampai kapan harus pakai topeng? Tapi seiring waktu aku belajar beberapa hal: - Nggak apa-apa kalau sesekali lepas topeng. Nangis, curhat, nulis di diary atau postingan kayak gini itu bukan berarti kita lemah, tapi manusia. - Pilih satu atau dua orang yang benar-benar bisa dipercaya buat jadi tempat pulang. Biar kita nggak selalu jadi "badut" yang harus menghibur semua orang. - Bikin batasan. Kalau sering dimanfaatin atau disepelekan, pelan-pelan belajar bilang "nggak". Kita juga berharga, bukan cuma tempat numpahin masalah orang. Kalau kamu lagi ada di fase senyum di balik topeng, kamu nggak sendirian. Pelan-pelan aja, nggak harus kuat setiap hari. Yang penting, jangan lupa sayang sama diri sendiri dulu sebelum pakai topeng buat orang lain lagi.



Lihat komentar lainnya