5 Tips menghadapi panas extrim
hai lemonade 🍋
akhir akhir ini cuaca sangat panas ya, #irt kaya aku yg antar jemput anak sekolah berasa banget panas nya, nah ini aku ada tips yang bisa kamu pake saat keluar rumah dalam panas extrim..
yang pertama kamu hadus tetap terhidrasi, lebih banyak minum air putih yaa, jangan nunggu haus baru minum.
yang ke 2, usahakan tetap di dalam rumah dari pukul 10:00 sampai pukuk 16:00, jika terpaksa harus keluar gunakan baju, topi, atau payung yang dapat melindungi kulit dari paparan matahari langsung, gunakan juga sunscreen spf 30+ .
yang ke 3, jangan berdiam diri di dalam kendaraan yang terparkir di area terbuka.
menurut kepala BMKG Dwikorita Karnawati " Cuaca panas ekstrem kemungkinan akan mulai mereda akhir Oktober hingga awal November, seiring masuknya musim hujan dan peningkatan tutupan awan,"
jadi selalu jaga kesehatan ya lemonades 🍋🍋🥰
Cuaca panas ekstrem memang dapat berdampak besar pada kesehatan kita sehari-hari. Agar tetap nyaman dan terhindar dari risiko seperti heatstroke, penting memahami cara perlindungan yang tepat. Selain tips yang telah diberikan, seperti minum lebih banyak air dan menggunakan sunscreen SPF 30+, sebaiknya kamu memperhatikan penggunaan sunscreen dengan perlindungan UVA dan UVB yang kuat, seperti sunscreen dengan SPF 50 PA+++. Sunscreen ini lebih efektif melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet yang bisa menyebabkan kulit terbakar dan penuaan dini. Menghindari paparan sinar matahari langsung pada jam antara pukul 10.00 sampai 16.00 sangat dianjurkan karena sinar UV pada waktu tersebut dalam intensitas tinggi. Bila harus keluar rumah, gunakan pakaian longgar yang nyaman dan mampu menyerap keringat, topi lebar, dan payung untuk mencegah kontak langsung dengan ultraviolet. Hindari berdiam diri di dalam kendaraan yang terparkir di area terbuka. Panas di dalam mobil bisa meningkat drastis sehingga berisiko menyebabkan dehidrasi atau gangguan panas dalam tubuh. Selain itu, selalu waspadai perubahan cuaca mendadak yang bisa terjadi saat musim panas ekstrem, seperti hujan petir dan angin kencang. Perubahan ini bisa menambah risiko terkait kesehatan dan keselamatan. Menurut pernyataan dari Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, cuaca panas akan mulai mereda saat memasuki akhir Oktober hingga awal November karena musim hujan yang membawa peningkatan tutupan awan. Jadi, penting untuk terus memantau informasi cuaca terbaru agar bisa menyesuaikan aktivitas dan perlindungan yang diperlukan. Menjaga kesehatan selama cuaca panas tak hanya soal menghindari panas, tapi juga menjaga pola makan yang seimbang, cukup istirahat, dan mengenali gejala dehidrasi atau heat exhaustion agar dapat mengambil tindakan cepat. Dengan strategi tepat, kamu bisa tetap aktif dan sehat walaupun menghadapi cuaca yang sangat panas.


