cape tapi Gak ada pilihan lain
Hallo bun, aku pngn curhat sedikit, ini jualanku tiap Hari, cape rasanyanya bun, tiap Hari ban guns jam 3 selesai jam 5.30,istirat sebentar jam 6.30 prepare buat bekal/beli anak sekolah, kadang bersihin began jualan, Mandi jam 8.00 harus otw muter ngambil" jualan pagi, sampe rumah jam 10 lebih beres" dlu kadang masak, selesai jam 12,istirat tidur itu juga kalau bisa, jam 1 anter anak sekolah,jmput jam 4.30star ke pasar jam 5 lebihh pulang lg lg kerumah kadang magrib lebih, bikin" sampe jam 10 mom beres" lg, langsung Mandi selesai jam 11,cape gto" trus kadang, tapi inget ada orang tua yg kadang" kaya anak Kecil kadang pngn apa" kaya menggampangkan selalu membandingkan antara anak satu Dan yg lain nya, antara anak Dan anak tetangga, tapi tudak Kerala Saya Sudan usaha segitunya, untuk bayar pdam di kampung, beli token biyaya seharinya, BLM kalau sakit pngn ke dokter a tau bidan yg Tek di kaper bpjs, kadang Saya sedih dngn melihat during sendiri, ibu Saya kelihatannya mungkin untuk orang lain tenang rajin ibadah tapi suka Marah kata"nya kasar ke Saya Dan anak Saya, kadang Gak kuat sama ibu Saya tapi gmna lg walaupun begitu dia yg lahirkan Saya, Saya hanya bisa nahan Marah,untuk sabar Saya manusia bisa kadang banyak Gak sabar nya, tapi anak Saya tiap Hari di marahin dikatain, naman ya anak" bukan nakal cuma anak Saya agak jail suka becanda, semoga Saya Dan anak Saya mental tetap waras
Menjalani rutinitas harian yang padat memang sangat melelahkan, apalagi seperti yang diceritakan, mulai dari persiapan jualan pagi hari hingga mengurus kebutuhan keluarga. Dari pengalaman saya, penting sekali untuk menyempatkan diri melakukan istirahat sejenak walaupun hanya beberapa menit untuk mengembalikan energi. Kadang, ibu yang memiliki banyak tanggung jawab juga harus pandai membagi waktu agar tidak merasa kewalahan. Selain itu, menghadapi kritik atau perbandingan dari orang sekitar memang bisa menjadi beban mental. Saya pernah merasakan hal yang sama, di mana orang tua atau lingkungan sekitar kadang tanpa sadar membandingkan kita dengan orang lain, membuat perasaan jadi tidak nyaman. Kunci utama saya adalah menerima bahwa setiap orang memiliki perjuangannya masing-masing dan fokus pada hal-hal positif yang bisa saya lakukan untuk anak dan keluarga. Mengenai hubungan dengan orang tua yang terkadang sulit, penting untuk tetap bersabar dan menjaga komunikasi yang baik, meskipun tidak mudah. Kita perlu diingatkan bahwa mereka juga manusia yang punya kekurangan, dan kadang-kadang, rasa marah atau kata-kata kasar bisa berasal dari kekhawatiran mereka sendiri. Sebagai seorang ibu yang juga berjualan, saya belajar untuk menemukan motivasi dari mimpi dan harapan saya demi anak-anak. Walaupun terkadang rasa lelah dan tekanan datang silih berganti, mental yang kuat dan dukungan dari keluarga atau teman sangat membantu untuk tetap semangat. Selain itu, menjaga kesehatan fisik dan mental juga penting agar bisa terus menjalani hari-hari dengan baik. Semoga kisah ini bisa menjadi semangat bagi ibu-ibu lain yang juga sedang berjuang tidak hanya untuk hidupnya sendiri, tetapi juga untuk masa depan anak-anak mereka. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan mental dengan berbagi cerita dan mencari waktu untuk diri sendiri meski kesibukan sangat menyita waktu.

salut ka dari jam 3 udah satset prepare dagangan. aku sekarang udah ga kuat fisiknya ka. tadinya aku begitu bangun setengah 4 buat masak. paginya lanjut jualan diteras. sampai malam kadang ga berhenti2 banyak anak2 jajan. tapi fisik aku sekarang drop gampang cape dan adamasalah di ginjal jadi klo cape sedikit kaki bengkak numpuk cairan. sampe jalan pun susah ka🥺 doain aku ya ka biar cepet sembuh lagi.