curahan hati
cantiknya hanya filter ada yang sama GK seperti aku
#curahanhati
Dalam era digital saat ini, penggunaan filter cantik di media sosial memang sudah sangat umum dan menjadi bagian dari keseharian banyak orang. Saya sendiri pernah merasakan bagaimana filter tersebut bisa meningkatkan rasa percaya diri ketika membagikan foto, terutama saat ingin tampil lebih menarik. Namun, ada kalanya saya merasa bingung dan sedikit kecewa saat melihat foto teman-teman yang menggunakan filter, apakah kecantikan mereka memang alami atau hanya hasil sentuhan digital. Dari pengalaman pribadi, filter bisa menjadi alat yang menyenangkan untuk berkreasi dan mengekspresikan diri. Tapi saya juga menyadari bahwa penggunaan filter secara berlebihan bisa membuat standar kecantikan menjadi tidak realistis, apalagi bagi kita yang melihatnya setiap hari. Kadang saya bertanya, apakah cantik yang kita lihat di layar benar-benar representasi diri yang sesungguhnya? Selain itu, sharing pengalaman saya bersama komunitas emak-emak di media sosial menunjukkan bahwa banyak yang merasa filter membantu menjaga semangat bersosial, terutama ketika merasa kurang percaya diri dengan penampilan asli. Namun, dari sisi lain, penting juga memberi ruang untuk menampilkan diri apa adanya dan menerima keunikan masing-masing. Fenomena ini mengajarkan saya bahwa filter hanyalah tambahan, bukan pengganti keindahan alami. Menggunakan filter sesuai kebutuhan dan tetap menjaga keseimbangan antara dunia digital dan realitas adalah langkah bijak. Jadi, jangan merasa tertekan jika tidak seperti yang terlihat di layar, karena setiap orang punya kecantikan unik yang tidak bisa digantikan dengan filter.



































