Kala teman-teman menghilang ketika kita susah
Dalam hidup ini, sering kita menjumpai banyak hal, baik yang kita sukai maupun tidak.
Itu adalah hal yang wajar, karena memang begitulah cerita hidup, masing-masing orang memerankan lakonnya sendiri.
Sahabat 🍋 ... curhat dong...
Semua orang sudah pasti memiliki teman, begitu juga denganku, dan dari banyaknya teman tidak semua bisa jadi sahabat. masing-masing orang memiliki karakter sendiri, begitu pula dengan teman-temanku.
Ada teman yang cerewet ada pula yang pendiam, ada yang cuek ada juga yang perhatian. Namun entah mengapa terkadang aku merasa tidak memiliki teman diantara banyaknya teman.
Aku yang hobi menulis sering menulis apa saja, dan dengan bergabung di group yang isinya sesama hobi menulis disitulah aku lebih nyaman, meski hanya mengenal lewat sosial media. sementara teman-teman yang kukenal secara nyata sering bertemu malah terkadang ada jarak.
Sebagai orang yang hobi menulis, aku telah memiliki beberapa buku cetak meski dalam bentuk Antologi bersama teman-teman sesama hobi menulis, yang isinya antara lain, Antologi puisi, non-fiksi kisah inspiratif, Antologi cerpen dan Pentigraf.
Aku merasa belum bisa disebut sebagai penulis, karena yang aku tulis hanya sesuatu yang tidak bertentangan dengan nurani, alias menulis dengan hati.
pada saat pertama buku cetak yang ada tulisanku terbit, di saat itu aku benar-benar sangat bahagia, karena pada akhirnya aku bisa menulis, meski tulisan alakadarnya.
Saking senangnya aku beritahukan pada teman-temanku baik teman dekat maupun yang tidak terlalu akrab. Dengan harapan mereka mau membaca karyaku, aku tidak meminta mereka untuk membeli bukunya, tetapi aku pinjami gratis bahkan diantar sampai kerumah.
Sahabat 🍋 di antara beberapa teman yang konon teman dekat dan katanya menganggapku sahabat, tidak seorangpun yang mau membaca tulisanku. Sedih? pastilah! Jujur aku tak bisa mengungkap rasa hatiku bagaimana perasaanku saat itu dengan kata-kata.
Teman-temanku kebanyakan berdagang, ada yang jualan kosmetik, jajanan, pakaian, dan aku selalu berusaha menglarisi dagangan mereka, meski aku tidak begitu membutuhkannya, semua demi mensuport agar mereka semangat.
Dan yang lebih membuatku sedih ketika aku sedang berada di bawah, benar-benar kesulitan, mereka seperti menghindar, berbeda saat aku belum mengalami kesulitan. Ah ternyata benar kata orang uang adalah raja, ketika kita ada uang bagaikan gula banyak semut yang datang.
Teman-temanku satu persatu menjauh bahkan mereka memiliki circle pertemanan yang baru, sering mengunggah foto-foto kebersamaan, jalan-jalan makan-makan, di tempat-tempat yang berbeda, dan aku hanya bisa melihat status mereka.
Aku belajar iklas bahwa setiap orang akan silih berganti hadir dalam kehidupan kita. ada saatnya kita dipertemukan dan juga perpisahan.
Namun kenangan kebersamaan bersama teman-teman terkadang hadir dalam benakku. Pernah suatu hari di bulan Ramadhan aku mengajak beberapa temanku itu untuk buka puasa bersama, hanya untuk bersilaturahmi, namun aku harus menelan kekecewaan, karena mereka beralasan tidak bisa, padahal bulan Ramadhan itu satu bulan, dan aku cuma mengajak mereka satu kali saja, ah sudahlah. Dan sejak itu aku benar-benar sudah tidak berharap lagi.
Sahabat 🍋 saat ini teman-temanku ya yang ada di sosial media di group yang sama, dengan hobi yang sama pula. tak mengapa saling berjauhan tetapi hati dekat, daripada dekat tapi tak terjangkau.
Sendiri bukan sesuatu hal yang menyedihkan, ada banyak hal yang bisa kita lakukan, jadi sahabat 🍋 yang mengalami nasib sepertiku tidak usah bersedih yah, tetap semangat jalani hari, bahagia bisa kita ciptakan sendiri.
Sahabat 🍋 semua dimana pun berada terima kasih sudah membaca curhatanku ini. mohon maaf jika ada salah kata🙏
*Burung kutilang burung selasih
Cukup sekian dan terima kasih*
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️#RelationshipTalk


































