Jadi ini Workshop yang diadakan Lemon8. Tema nya tentang Self love dan Insecurity.
Siapa disini yang sering ngeluh dan banding bandingin diri sama pencapaian orang lain? atau
kalian sering ngehindarin tantangan? atau kalian sering menarik diri susah untuk adaptasi lingkungan luar? Ini tuh termasuk dalam ciri ciri insecure. Ya kalau lebih simpel nya kaya gak PD gitu.
Nah dari workshop ini kita dikasih solusi. Gimana caranya untuk tidak insecure.
Jujur ya ikut workshop ini aku berasa recharge Energy banget. Karna ini relate banget sama kehidupan aku. Pengisi materi nya juga dari Universitas Indonesia. Kak Asa thankyou ya kak cara penyampaian nya mudah dicerna banget🙏Aku dapet dukungan banget dari workshop ini.
Solusi untuk stop insecure (yang suka bandingin diri dengan orang lain)adalah:
kita kenali diri kita sendiri . Kita udah kenal belum sama diri kita sendiri? udah cukup belum ? Kalau udah kenal coba pahami dan rubah pola pikir kita. dan stop lihat pencapaian orang lain yang bikin kita jadi insecure. kita fokus sama diri kita sendiri.Kita harus banyak bersyukur karna udah berada dititik ini itu juga udah suatu pencapaian yang luar biasa.
ubah kalimat kalimat negatif jadi kalimat positif yang bisa nyemangati diri kita.Dan kita harus bangga sama diri kita. Intinya kita harus self love ☺️kita gak harus sempurna dulu buat layak dihargai 🥰.
... Baca selengkapnyaJujur, sebelum ikut workshop "STOP INSECURE! MULAI JADI DIRIMU SENDIRI" ini, aku tuh tipe yang gampang banget ngerasa rendah diri. Apalagi kalau lihat di media sosial ada yang pencapaiannya lebih tinggi, karier lebih cepat naik, atau kelihatan hidupnya mulus. Padahal kita nggak pernah benar-benar tahu perjuangan mereka kayak apa.
Di sesi "LET'S DO A SELF CHECK-IN!" aku mulai sadar kalau banyak kebiasaan kecil yang ternyata ciri-ciri insecure. Misalnya:
- Suka minta maaf berlebihan padahal nggak salah.
- Susah banget nerima pujian, malah dibales dengan merendahkan diri.
- Sering mikir, "Aku nggak cukup baik," sebelum mulai sesuatu.
- Suka menghindari tantangan karena takut gagal dan takut dinilai orang.
Hal-hal kayak gini tadinya aku anggap wajar, tapi ternyata bikin kita makin jauh dari self love.
Yang bikin kebuka mata banget adalah slide "Let's Get to Know: Insecurity". Di situ dijelasin kalau pikiran negatif seperti "Aku pribadi yang gagal" atau "Aku nggak akan pernah bisa" itu bukan fakta, tapi cuma cerita yang terus kita ulang di kepala. Begitu mulai sadar kalau itu cuma cerita, pelan-pelan kita bisa milih buat bikin cerita baru yang lebih sehat.
Salah satu bagian favoritku adalah saat diajak refleksi lewat slide "Coba deh tanya ke dirimu". Pertanyaannya sederhana tapi nusuk, kayak:
- "Apa aku sudah benar-benar kenal sama diri sendiri?"
- "Apa aku merasa cukup dengan diriku yang sekarang?"
Pas coba jujur jawab di hati, aku sadar selama ini standar yang kupake tuh standar orang lain, bukan standar yang aku bikin sendiri.
Di bagian "Journey to Self-Love", dijelasin kalau perjalanan mencintai diri itu ada tahapannya: Self Awareness, Self Acceptance, Self Compassion, sampai Self Discipline. Menurutku, ini ngebantu banget buat Gen Z yang sering pengin instan. Kita diingatkan kalau self love tuh proses, bukan langsung jadi.
- Self Awareness: berani ngakuin apa yang lagi dirasain tanpa pura-pura kuat.
- Self Acceptance: nerima sisi kuat dan sisi lemahnya diri, bukan cuma yang bagus-bagus aja.
- Self Compassion: nggak lagi ngatain diri sendiri kalau lagi gagal, tapi dipeluk dan dikuatin.
- Self Discipline: tetap jaga batasan sehat, kayak batasi social media kalau bikin comparing, dan mulai bikin rutinitas yang support kesehatan mental.
Kalimat yang paling nempel di kepala aku dari workshop ini adalah: "Kita nggak harus sempurna dulu buat layak dihargai." Berasa banget relevan buat Gen Z yang sering kejar validasi like, views, atau komentar orang lain. Dari situ aku mulai pelan-pelan ubah pola pikir, misalnya:
- Dari "Aku ketinggalan jauh" jadi "Aku lagi di perjalanan yang ritmenya aku sendiri".
- Dari "Aku harus sama kayak dia" jadi "Aku mau jadi versi terbaik dari diriku sendiri".
Sekarang kalau mulai kerasa insecure, aku biasa pause sebentar, tarik napas, journaling singkat, dan tanya ke diri sendiri: "Apa aku lagi jujur sama diriku, atau cuma lagi dikuasai rasa takut?" Pelan-pelan, rasanya kayak energy ke-recharge lagi.
Kalau kamu sering ngerasa nggak cukup, suka bandingin diri, atau susah nerima diri sendiri, workshop atau materi self love kayak gini bener-bener membantu. Nggak bikin masalah langsung hilang, tapi minimal kita punya bekal dan arah buat mulai jadi diri sendiri yang lebih jujur dan lebih sayang sama diri sendiri.