Ternyata Aku Pernah SEGEMBEL ini!
#AkuPernah Ada satu fase dalam hidupku yang aku kira cuma “momen lewat” padahal diam-diam membentuk aku jadi versi yang lebih kuat dari sekarang.
Foto ini contohnya.
Di sini aku masih pakai baju stroberi kesayangan (yang kupikir nggak bakal kukenang, tapi ternyata jadi saksi hidup), rambut diikat seadanya, dan kamar yang… ya beginilah kenyataannya kalau punya bayi yang sedang aktif-aktifnya.
Waktu itu, fokusku cuma satu: survive sebagai ibu baru.
Bukan cantik.
Bukan estetik.
Bukan produktif.
Bahkan bukan tidur cukup.
Cuma… bertahan.
Dan jujur, dulu aku malu kalau lihat foto kayak gini.
Kok aku bisa selelah itu? Seberantakan itu? Segembel itu?
Tapi makin ke sini, aku sadar satu hal penting:
✨ Fase gembel adalah era yang semua ibu lewati.
Bukan karena kita nggak mampu merawat diri, tapi karena kita sedang merawat manusia kecil yang bergantung 100% pada kita.
✨ Fase ini mengajarkan aku untuk nurunin ekspektasi, tapi ningkatin kesadaran.
Tentang apa yang benar-benar penting.
Tentang apa yang bisa ditunda dan apa yang nggak.
✨ Fase ini mengajarkan aku bahwa cinta itu nggak selalu terlihat cantik.
Kadang ya begini bentuknya peluh, daster, dan pelukan anak jam berapa pun dia butuh.
Sekarang, setiap lihat foto ini, aku bukan merasa malu lagi.
Aku justru merasa bangga.
Karena aku pernah ada di titik ini dan tetap berjalan sampai hari ini.
Buat kamu yang lagi ada di fase seperti ini, percayalah:
suatu hari nanti kamu bakal melihat kembali dan bilang, “Aku keren juga ya dulu.”
Dan itu beneran akan terjadi. #BudeLemon8 #SetujuGak #Lemon8Family Lemon8_ID Lemon8IRT #weekendseru
Sebagai seorang ibu baru, aku juga pernah merasa tidak berharga karena penampilan yang berantakan dan waktu tidur yang sangat terbatas. Namun, aku menyadari bahwa kelelahan dan kekacauan itu adalah tanda nyata dari cinta dan pengorbanan. Melihat kembali foto-foto saat aku memakai baju stroberi kesayangan yang dipenuhi noda dan rambut yang diikat seadanya, aku tidak lagi merasa malu. Justru, aku bangga karena aku melewati fase tersebut tanpa menyerah, bertahan demi anakku yang sangat bergantung padaku. Fase ini, yang aku sebut "Flamingo Era-ku," membuka mataku bahwa standar kecantikan dan kesempurnaan bukanlah yang utama. Justru, ketulusan merawat anak dalam segala keadaan yang membuatku berharga dan berarti. Aku ingin berbagi pesan pada ibu lain yang sedang menjalani fase serupa: kamu tidak sendiri dan kamu jauh lebih berharga dari yang kamu kira. Aku juga belajar untuk menurunkan ekspektasi berlebihan pada diri sendiri dan menerima bahwa tidak apa-apa untuk merasa lelah dan tidak sempurna pada waktu-waktu tertentu. Ini adalah bagian dari perjalanan menjadi seorang ibu yang penuh cinta dan ketulusan. Jadi, jangan ragu untuk mencintai dirimu dalam kondisi apa pun. Kamu luar biasa, dan suatu hari nanti kamu akan mengingat fase ini sebagai momen terkuat dalam hidupmu.



betul bingits...semua ibu pernah ada di fase itu kecuali para sultan yang sdh tajir melintir dari lahir 😂