... Baca selengkapnyaPada era Victoria, standar kecantikan begitu ketat dan menuntut pengorbanan besar dari wanita. Misalnya, penggunaan gaun hijau yang mengandung arsenik beracun bukan hanya sekadar tren, melainkan simbol status yang berbahaya bagi kesehatan. Banyak wanita yang mengalami pusing hingga kematian karena bahan beracun ini, namun mereka tetap memakainya demi menunjukkan kemewahan.
Selain itu, ada pula kerah leher besar yang dikenal sebagai Tudor Ruff. Kerah ini memang menonjolkan status sosial penggunanya, tetapi kenyataannya sangat tidak nyaman dan bahkan bisa mencekik leher. Ini adalah contoh bagaimana standar kecantikan dahulu mengabaikan kenyamanan demi penampilan.
Tidak kalah ekstrim adalah rok crinoline dengan rangka besi. Rok ini membuat gerak berjalan wanita sangat terbatas dan berbahaya jika tersangkut sesuatu. Semakin besar rok yang dipakai, semakin tinggi pula status sosial sang wanita di mata masyarakat.
Sebagai seseorang yang hidup di zaman modern, saya merasa bersyukur bisa menjalani gaya hidup di mana konsep cantik lebih mengutamakan kesehatan dan kenyamanan. Cantik kini bukan tentang menyiksa diri atau membahayakan kesehatan, melainkan tentang menjadi diri sendiri dan merasa nyaman dengan apa yang dipakai.
Melihat kembali ke era Victoria, saya berpikir bahwa standar kecantikan yang melekat pada wanita kala itu sangatlah menuntut dan kurang manusiawi. Pengalaman ini mengajarkan kita untuk menghargai kebebasan gaya hidup dan pilihan fashion yang sehat serta aman saat ini. Jadi, kalau kamu hidup di era Victoria, apakah kamu sanggup mengikuti mode keras tersebut? Menurut saya, konsep cantik harus berubah seiring waktu agar bisa menghormati kesehatan dan kebahagiaan setiap wanita.
dan mereka anggun banget🤩 seperti dirimu sekarang kak🤭😍💛