Special journal dalam akuntansi dagang itu apa aja
berikut beberapa yang menjadi kesalahan bagi oemula paling umum. Selalu ingat:
1. Sales Journal: hanya kredit
2. Cash Receipts: Apapun yang masuk uangnya (Tunai/pelunasan piutang)
3/7 Diedit ke
... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali belajar akuntansi perusahaan dagang, aku juga bingung banget bedain fungsi setiap special journal. Padahal di perusahaan dagang, pemakaian jurnal khusus ini penting supaya pencatatan transaksi jadi rapi dan gampang dicek lagi.
Secara umum, dalam akuntansi perusahaan dagang kita kenal beberapa jurnal: Jurnal Penjualan, Jurnal Pembelian, Jurnal Penerimaan Kas, Jurnal Pengeluaran Kas (kadang disatukan pembahasannya), dan tetap ada Jurnal Umum.
1. Jurnal Pembelian Perusahaan Dagang
Jurnal pembelian dipakai khusus untuk mencatat pembelian barang dagang secara kredit. Kuncinya: yang dibeli adalah persediaan barang dagang, dan pembayarannya bukan tunai saat itu juga.
Contohnya: perusahaan beli barang dagang Rp7.000.000 secara kredit ke pemasok. Ini dicatat di jurnal pembelian, biasanya Debet Persediaan / Pembelian, Kredit Utang Usaha. Kalau belinya tunai, justru masuk jurnal pengeluaran kas, bukan jurnal pembelian.
2. Jurnal Penjualan (hanya penjualan kredit)
Banyak pemula salah di sini. Jurnal penjualan hanya untuk penjualan barang dagang secara kredit. Kalau penjualan tunai, masuknya ke jurnal penerimaan kas, bukan jurnal penjualan.
Misal kamu jual barang dagang Rp4.000.000 ke pelanggan tapi dia bayar bulan depan. Ini dicatat di jurnal penjualan: Debet Piutang Usaha, Kredit Penjualan. Jadi, kuncinya: yang dicatat di sini adalah penjualan + piutang.
3. Jurnal Penerimaan Kas
Jurnal ini fungsinya mencatat semua transaksi yang bikin kas bertambah. Bukan hanya penjualan tunai, tapi juga:
- Pelunasan piutang oleh pelanggan
- Pinjaman bank yang diterima
- Setoran modal tunai dari pemilik/pemegang saham (misalnya modal Rp50.000.000)
Selama uang masuk ke kas perusahaan, kamu cek dulu: kalau terkait penjualan tunai atau pelunasan piutang, tetap lewat jurnal penerimaan kas.
4. Jurnal Umum Perusahaan Dagang
Walau ada banyak special journal, jurnal umum tetap dipakai. Biasanya untuk transaksi yang tidak rutin atau tidak termasuk kategori di jurnal khusus, misalnya:
- Pembelian aset tetap seperti peralatan kantor Rp30.000.000 secara kredit
- Penyesuaian beban, penyusutan, koreksi kesalahan, dan sebagainya
Transaksi seperti pembelian peralatan bukan persediaan barang dagang, jadi tidak masuk jurnal pembelian perusahaan dagang, tapi ke jurnal umum.
5. Perpetual vs Periodik dalam Akuntansi Perusahaan Dagang
Sedikit tambahan: saat bahas akuntansi perusahaan dagang, kamu juga akan ketemu sistem persediaan perpetual dan periodik.
- Di sistem perpetual, setiap pembelian dan penjualan langsung mengubah saldo persediaan. Biasanya akun yang dipakai adalah Persediaan Barang Dagang.
- Di sistem periodik, pembelian dicatat di akun Pembelian, dan penentuan persediaan dilakukan di akhir periode lewat pencatatan penyesuaian.
Penggunaan special journal bisa dipakai di kedua sistem ini, cuma nama akun yang dipakai kadang sedikit beda.
Pengalamanku, supaya nggak ketukar, selalu tanya dulu: "Ini transaksi apa?" dan "Uangnya tunai atau kredit?" Dari situ biasanya langsung ketahuan harus masuk ke jurnal penjualan, jurnal pembelian perusahaan dagang, jurnal penerimaan kas, atau jurnal umum.
kalo retrut barang masuk kemana kak