Aku perlu 2x gagal untuk lolos jadi ASN
Yapp... 😊
Pertama kali aku mendaftar CPNS tahun 2017, aku benar-benar tidak tahu bagaimana bentuk soalnya, siapa saingannya, atau strategi yang tepat. Waktu itu cuma iseng mencoba dan mencari formasi yang tidak mensyaratkan TOEFL. Akhirnya aku memilih Kemenkeu.
Yah, tentu saja tidak lolos. 😆
Tahun berikutnya, aku bertekad untuk mencoba lagi dan belajar lebih serius. Tapi memang, tahun 2018 soalnya luar biasa sulit. Sampai akhirnya ada sistem pengatrolan nilai agar peserta bisa memenuhi ambang batas. Sayangnya, aku tetap belum lolos karena memilih BATAN dengan saingan mayoritas lulusan Kimia yang kemampuan akademiknya di atas rata-rata, sementara formasi yang tersedia hanya 1 orang.
Tidak ingin salah langkah lagi, aku memutuskan mendaftar di Pemda dengan formasi yang menerima 9 orang. Dari sekitar 450 peserta, peluangnya sekitar 1:50. Alhamdulillah, aku berhasil lolos di peringkat 4. 🥹✨
Dari perjalanan itu, ini strategi yang aku terapkan:
📌 **1. Pilih formasi dengan bijak**
Aku memilih formasi yang tidak hanya bisa dilamar oleh lulusan Kimia dan jumlah formasi yang dibutuhkan cukup banyak. Kadang strategi memilih formasi sama pentingnya dengan belajar.
📌 **2. Kenali waktu belajarmu yang paling efektif**
Karena aku pulang kerja sekitar pukul 20.00, aku menyisihkan sekitar 1 jam setiap hari untuk belajar materi yang paling kurang aku kuasai, yaitu TIU dan TWK. Pilih waktu belajar yang paling cocok dengan kondisi tubuh dan otakmu. Ada yang lebih fokus saat subuh, ada juga yang lebih nyaman belajar malam hari.
📌 **3. Manfaatkan sumber belajar gratis**
Aku banyak belajar dari soal-soal di Telegram, Google, dan YouTube. Cari soal yang disertai pembahasan agar kamu memahami pola soal yang sering muncul setiap tahunnya, bukan sekadar menghafal jawaban.
📌 **4. Fokus pada SKB sesuai jabatan yang dilamar**
Untuk SKB, materi yang keluar biasanya tidak jauh dari Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) jabatan yang dilamar. Pelajari materi dasar yang berkaitan dengan posisi tersebut.
📌 **5. Konsisten lebih penting daripada belajar berlebihan**
Tidak harus belajar berjam-jam setiap hari. Yang penting konsisten. Sedikit demi sedikit, tetapi dilakukan terus-menerus.
📌 **6. Jangan lupa berdoa dan meminta restu**
Berdoalah, bersedekahlah semampunya, dan lakukan ikhtiar terbaikmu. Jangan lupa meminta doa dan restu dari orang tua serta keluarga. Orang tua pasti ingin melihat anaknya berhasil. ❤️
Buat teman-teman yang sedang berjuang menghadapi seleksi CPNS, PPPK, BUMN, sekolah kedinasan, atau proses penerimaan lainnya, jangan berkecil hati kalau pernah gagal. Aku sendiri baru berhasil setelah beberapa kali mencoba.
Kadang, kegagalan bukan berarti kita tidak mampu. Bisa jadi, kita sedang diarahkan menuju tempat yang memang paling tepat untuk kita. Tetap berusaha, terus belajar, dan jangan berhenti mencoba. Siapa tahu, tahun ini giliranmu yang membawa kabar bahagia. 🤍✨
Dalam perjalanan menyiapkan diri menghadapi seleksi CPNS, saya menyadari bahwa kunci utama sukses bukan hanya belajar keras tapi juga belajar cerdas dan terencana. Dari pengalaman pribadi saya, dalam menghadapi soal-soal TIU dan TWK, strategi yang sangat membantu adalah mengidentifikasi dulu materi mana yang paling sulit dan sering muncul supaya waktu belajar lebih efisien. Saya juga menggunakan berbagai platform belajar gratis, seperti grup Telegram dan kanal YouTube yang membahas soal serta pembahasan SKD. Dari situ saya bisa memahami pola soal yang berulang setiap tahun. Seperti yang disebutkan dalam pengalaman di artikel, memahami tugas pokok dan fungsi jabatan yang dilamar juga sangat membantu dalam menghadapi ujian SKB. Ini membuat saya bisa fokus belajar materi yang memang relevan dan penting. Selain strategi belajar, hal yang tidak kalah penting adalah menjaga motivasi dan mental. Melalui pengalaman saya, kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Malah kegagalan membuat saya lebih matang, memperbaiki strategi dan fokus. Konsistensi dalam belajar meski cuma satu jam sehari tetap lebih baik daripada belajar berlebihan tapi tidak teratur. Berdoa dan meminta dukungan orang terdekat juga menjadi sumber semangat yang luar biasa. Mendapat restu membuat doa dan ikhtiar terasa lebih tenang dan penuh harapan. Oleh karena itu, bagi teman-teman yang masih dalam proses persiapan, jangan takut gagal, karena kegagalan bisa jadi langkah penting agar kita memahami apa yang harus diperbaiki. Terakhir, memilih formasi dengan benar-benar memperhatikan jumlah pesaing dan syarat yang dibutuhkan sangat menentukan peluang lolos. Jangan lupa untuk terus update informasi terbaru tentang seleksi CPNS dan memanfaatkan waktu belajar sebaik mungkin sesuai dengan kondisi tubuh dan pikiran masing-masing. Semoga cerita dan pengalaman ini dapat memotivasi serta membantu teman-teman meraih impian menjadi ASN.



