Aku pernah resign dari perusahaan tempat aku bekerja, eh beberapa waktu kemudian aku balik kerja lagi di tempat yang sama, banyak yang bilang โmalu dongโ tapi buatku, nggak ada yang salah, justru aku bersyukur masih dipercaya untuk kembali โจ
Ini tentang rezeki, bagiku ini kesempatan kedua, dan aku bersyukur banget karena masih diberi kesempatan dan kepercayaan ๐โจ
Kadang yang kita tinggalkan, justru adalah tempat terbaik untuk kita bertumbuh.
kadangan jalan hidup emang muterยฒ penuh drama, tapi kalau ujungnya baik, kenapa harus malu kan yaa? ๐ค
Kalian klo ngalamin hal sama seperti aku , #MaluGak kiraยฒ ?? komen yaa ๐ค
... Baca selengkapnyaJujur, waktu pertama kali mutusin buat resign aku pikir itu keputusan paling tepat. Kepala lagi penuh, pengin coba suasana baru, dan merasa udah nggak cocok. Tapi ternyata, hidup suka kasih plot twist. Beberapa bulan kemudian, aku malah balik lagi ke kantor yang sama, lewat gerbang KOMPLEK INDUSTRI ADR yang udah sangat familiar.
Momen pap gambar aesthetic di mobil menuju kantor itu kerasa beda banget. Dulu rasanya berat, kayak "aduh masuk kantor lagi". Sekarang malah campur aduk antara deg-degan dan bersyukur. Liat logo ADR GROUP dari jauh, aku sempat mikir: "Aku balik lagi ke sini, tapi versi aku yang sekarang udah lebih dewasa dan lebih tahu apa yang aku mau." Jadi tiap kali lewat gerbang itu, rasanya kayak di-reminder: kadang jalan hidup muter, tapi tetap bisa berujung baik.
Soal rasa malu, banyak yang nanya, "lagi malu nggak sih balik ke kantor lama?" Kalau jujur, awalnya ada sedikit rasa nggak enak, apalagi kebayang ketemu rekan kerja yang itu-itu lagi. Takut di-judge, takut dibilang nggak konsisten. Tapi setelah masuk dan mulai ngobrol lagi, ternyata mereka biasa aja, bahkan ada yang senang aku balik. Dari situ aku sadar, sering kali rasa malu itu cuma ada di kepala kita sendiri.
Logo ADR GROUP di monitor, di kartu akses, di gedung kantor, sekarang punya makna baru buat aku. Dulu cuma sekadar identitas perusahaan, sekarang rasanya kayak simbol kepercayaan. Aku pernah pergi, tapi masih diberi kesempatan untuk kembali. Buat aku, itu rezeki yang nggak semua orang dapat. Makanya aku pilih buat fokus ke rasa syukur, bukan ke rasa malu.
Kalau kamu lagi scroll cari pap gambar aesthetic di mobil berangkat kerja, mungkin kamu juga lagi di fase galau soal karier. Mungkin kamu ragu mau balik ke kantor lama, atau bingung apakah keputusan resign itu tepat. Dari pengalamanku, nggak ada yang salah dengan balik lagi, selama kamu tahu alasannya dan merasa itu baik buat diri kamu.
Yang penting, tanya diri sendiri: apakah kerja di tempat itu bikin kamu bertumbuh? Apakah lingkungan kerjanya masih sehat buat mental kamu? Kalau iya, nggak perlu gengsi. Dunia kerja itu dinamis, dan keputusan kita pun bisa berubah seiring waktu. Resign, lalu balik lagi, bukan berarti gagal. Kadang itu justru bentuk keberanian buat mengakui: tempat yang pernah kita tinggalkan ternyata memang masih yang terbaik buat kita saat ini.
Jadi buat kamu yang lagi malu atau ragu kalau harus balik ke kantor lama, nggak apa-apa kok. Ambil pelajarannya, syukuri kesempatan yang datang, dan lanjut jalan sesuai versi terbaik dirimu. Karena pada akhirnya, yang jalanin hidup dan karier ini kamu sendiri, bukan komentar orang lain.
dari sekian byk konten #MaluGak , menurutku ini salah satu yang tertulus pertanyaannya ๐โค๏ธ
Kalau aku jujur malu sih mba...keren pola pikir mbaknya
kakak nya kerja di PT apa