Hanya mengingatkan saja ya gess ☺️🙏
Kadang kita baru sadar kalau hati itu benar-benar seperti kaca setelah pernah "retak". Bukan cuma karena disakiti orang lain, tapi juga ketika kita sendiri lupa menjaga perasaan orang di sekitar. Dari situ aku mulai pelan-pelan belajar buat lebih peka: mencoba merasakan apa yang orang lain rasakan sebelum ngomong atau bertindak. Buat aku, keikutsertaan merasakan perasaan orang lain itu penting banget dalam persaudaraan. Entah itu dengan keluarga, teman, atau pasangan, rasanya hubungan jadi beda ketika kita nggak cuma sekadar tahu masalah mereka, tapi juga mau ikut hadir, dengerin, dan nemenin. Kayak tali yang disebut di quotes: kalau terus dijaga, diikat dengan pengertian dan empati, tali itu nggak gampang putus. Akal pun kerasa sekali seperti air. Waktu lagi banyak masalah dan pikiran kusut, aku ngerasa "kering" banget, susah mikir jernih. Di situ aku belajar untuk kasih jeda ke diri sendiri: istirahat, journaling, ngobrol sama orang yang dipercaya, atau sekadar menyendiri sejenak. Dengan begitu, akal pelan-pelan bisa "terisi" lagi, nggak sekering sebelumnya. Iman juga berasa banget seperti debu. Kalau nggak dijaga, nggak dipelihara, lama-lama hilang begitu saja. Bukan cuma soal ibadah, tapi juga tentang nilai-nilai yang kita pegang: jujur, berbuat baik, nggak menyakiti orang lain. Hal kecil seperti memilih kata-kata yang lembut ke orang rumah atau tidak mengkhianati kepercayaan teman, buat aku itu bagian dari menjaga iman supaya nggak hilang tertiup angin. Dari semua ini, aku belajar kalau persaudaraan dan hubungan dengan orang lain itu kombinasi antara hati, akal, iman, dan cara kita memperlakukan mereka setiap hari. Bukan harus selalu sempurna, tapi mau sama-sama saling mengerti. Yang penting, jangan menunggu semuanya "retak", "kering", atau "hilang", baru kita menyesal. Lebih baik sedikit demi sedikit memperbaiki dan menjaga, selagi masih ada waktu dan orang-orang yang kita sayang masih di samping kita.





















































Trimakasih banyak video nya Jeng Euwis maaf udh banyak pakai videonya baru kali ini bilangnya maturnuwun sugeng sonten