Itulah sifatnya iblis ✨
Dulu aku cuma tahu iblis itu musuh manusia, titik. Tapi makin ke sini aku baru sadar, bahaya terbesar dari iblis itu bukan cuma godaan maksiat, tapi sifat yang dia tanam pelan-pelan di hati: merasa diri paling hebat, paling suci, paling benar. Padahal di OCR gambar yang aku tulis jelas: "IBLIS ITU TAAT, dia juga ahli ibadah, tapi iblis gagal menjadi kekasih Allah karena di dalam dirinya ada kalimat 'Akulah yang terbaik'." Kalimat itu ngena banget di aku. Kalau ngomongin iman terhadap adanya iblis atau setan, menurutku bukan cuma soal percaya mereka ada, tapi juga soal sikap kita dalam keseharian. Salah satu sikap sebagai bentuk iman terhadap adanya iblis atau setan yaitu kita sadar kalau setiap bisikan buruk di hati itu harus di-filter, bukan langsung diikuti. Misalnya, lagi rajin ibadah terus muncul rasa: "Ibadahku udah bagus, aku lebih baik dari dia." Nah, di situ justru sifat iblis mulai nempel. Aku pribadi mulai belajar beberapa hal sederhana: 1. **Selalu cek niat** Setiap kali mau ibadah, aku tanya lagi ke diri sendiri: ini karena Allah atau karena pengen dipuji orang? Iblis dulu ahli ibadah, tapi niatnya rusak karena kesombongan. Jadi aku takut banget kalau ibadahku cuma kelihatan rajin dari luar, tapi di dalam hati ada rasa ingin dianggap paling saleh. 2. **Belajar rendah hati** Ibnu Qayyim pernah bilang, kadang orang yang banyak dosa tapi merasa hina di hadapan Allah itu lebih dekat pada rahmat-Nya daripada orang yang banyak amal tapi sombong. Jadi kalau lihat orang lain yang menurutku “kurang baik”, aku coba tahan diri buat nggak menghakimi. Bisa jadi di mata Allah dia lebih mulia. 3. **Jangan meremehkan dosa kecil** Iblis itu pelan-pelan. Bisikannya dimulai dari hal sepele: menunda salat, ngomongin orang sedikit, ngerasa diri paling pintar. Lama-lama jadi karakter. Di sini aku coba biasakan langsung istighfar kalau habis berbuat salah atau ngomong yang nggak enak. 4. **Perbanyak doa perlindungan** Salah satu bentuk iman terhadap adanya iblis dan setan yaitu kita serius minta perlindungan dari Allah. Aku mulai rutin baca doa seperti: A’udzu billahi minasy-syaitonir-rajim, baca ayat Kursi dan tiga surah Qul sebelum tidur. Kedengarannya klasik, tapi efeknya ke hati kerasa banget, lebih tenang dan nggak gampang ke-trigger. 5. **Jaga lingkungan dan tontonan** Godaan itu nggak selalu bentuk suara di kepala, tapi juga konten yang kita lihat dan orang yang kita ikuti. Kalau sering lihat konten yang memicu iri, sombong, pamer, lama-lama hati kebawa. Jadi aku mulai kurasi siapa yang aku follow dan konten apa yang sering aku konsumsi. Dari semua ini, aku jadi paham kenapa iblis bisa jatuh sedalam itu: bukan karena kurang ibadah, tapi karena sifat di dalam hati. Jadi menurutku, iblis memiliki sifat sombong, merasa diri paling tinggi, dan nggak mau taat ketika diperintah sujud kepada Nabi Adam. Sikap kita sebagai bentuk iman terhadap adanya iblis atau setan yaitu dengan berusaha melakukan kebalikannya: tunduk, rendah hati, dan selalu introspeksi. Ini versi pengalamanku ya. Kalau kamu, pernah nggak ngerasa hati tiba-tiba muncul "akulah yang terbaik" kayak di tulisan tadi? Gimana cara kamu ngelawan bisikan itu?
















































