Muhasabah Diri ✨
Jujur, aku dulu sering banget ngerasa hidup ini nggak adil. Liat orang lain kayaknya lebih sukses, lebih bahagia, lebih punya segalanya. Sampai suatu hari aku baca tulisan tentang muhasabah diri yang isinya kurang lebih sama seperti: ada orang yang nunggu pagi hanya untuk cuci darah, ada yang kedinginan semalaman karena nggak punya tempat berteduh, ada yang paginya bahkan nggak punya apa-apa untuk dimakan. Dari situ aku mulai pelan-pelan belajar: cara menjadi lebih baik dari sebelumnya itu bukan selalu soal punya pencapaian besar, tapi mulai dari sadar dulu sama nikmat kecil yang tiap hari kita dapat. Bangun pagi dalam keadaan aman di rumah sendiri, badan sehat, dan ada makanan buat hari itu, itu sudah luar biasa. Dalam hadist juga dijelaskan, kalau kita punya tiga hal itu, seakan-akan kita sudah memiliki dunia dan seisinya. Subhanallah, sesederhana itu tapi sering banget kita anggap biasa. Buat aku, muhasabah diri adalah momen diem sebentar, tarik napas, terus nanya ke diri sendiri: hari ini aku sudah jadi versi yang lebih baik atau malah tambah banyak mengeluh? Banyak dari kita hari-harinya diisi dosa jariyah, ghibah, iri, dengki, hujatan di media sosial, tanpa sadar itu semua nguras hati dan bikin hidup makin sempit. Padahal Allah sudah jelaskan dalam Al-Qur'an, hanya sedikit hamba-Nya yang benar-benar bersyukur. Sekarang tiap pagi aku coba biasain beberapa hal kecil: 1. Sebelum pegang HP, aku ucapin hamdalah karena masih bisa bangun, masih dikasih napas. 2. Lihat sekeliling kamar/rumah, aku ingat kalau banyak orang yang bahkan nggak punya tempat berteduh dari hujan. 3. Cek isi dapur, sekecil apapun, aku coba nikmati dan syukuri karena ada orang yang paginya nggak tahu mau makan apa. 4. Aku tulis satu hal baik yang pengin aku lakukan hari itu, entah bantu orang rumah, nggak gampang marah, atau minimal nggak ikut-ikutan ghibah. Gambar muhasabah diri yang sering aku lihat di media sosial, kayak quotes tentang syukur, potongan ayat QS Saba' 13 atau QS Al Isra' 7, itu kadang kelihatannya cuma tulisan. Tapi kalau bener-bener direnungi, bisa jadi pengingat keras: kalau kamu berbuat baik, sebenarnya kamu sedang berbuat baik untuk dirimu sendiri. Jadi setiap kali lagi down atau iri sama hidup orang lain, aku balik lagi ke kalimat itu. Perlahan, aku jadi sadar, menjadi lebih baik dari sebelumnya bukan berarti jadi sempurna dalam semalam. Tapi dengan muhasabah diri yang rutin, kita jadi lebih peka: mana yang harus diperbaiki, mana yang harus ditinggalkan. Dan yang paling penting, kita nggak nunggu kehilangan dulu baru sadar kalau nikmat yang Allah kasih selama ini ternyata sebanyak itu.







































izin ya untuk dishare terimakasih🙏