Ya Allah, hanya padamu aku bercerita ✨

3/27 Diedit ke

... Baca selengkapnyaAda momen dalam hidup ketika kata-kata seolah berhenti di tenggorokan. Mau cerita ke manusia rasanya berat, takut dihakimi, takut nggak dipahami. Di titik itu aku cuma bisa bilang dalam hati: "Ya Allah, kuserahkan hidup dan matiku hanya pada-Mu. Kuserahkan semua pada-Mu, ya Allah." Rasanya lega ketika akhirnya berani jujur dalam doa. Buatku, kalimat seperti "kutitipkan segala rasa yang tak dapat kuutarakan" itu bukan sekadar kata puitis. Itu benar-benar menggambarkan malam-malam ketika hanya bisa menangis pelan, tanpa suara, sambil menatap langit-langit kamar. Di luar kelihatan biasa saja, tetap senyum, tetap bercanda, tapi di dalam hati penuh tanya dan rasa lelah yang nggak tahu harus diceritakan ke siapa. Saat itu aku mulai belajar ngobrol sama Allah dengan bahasa paling sederhana. Nggak pakai rangkaian doa yang panjang dulu, cuma kalimat pendek seperti: "Ya Allah, aku capek. Ya Allah, aku takut. Ya Allah, aku bingung harus bagaimana." Lalu pelan-pelan aku tambahkan: "Aku serahkan semuanya pada-Mu. Hidupku, matiku, langkahku, masa depanku, orang-orang yang aku sayang, semuanya kuserahkan pada-Mu ya Allah." Ternyata, ketika kita benar-benar berserah, bukan berarti kita pasrah tanpa usaha. Justru setelah curhat panjang sama Allah, hati terasa lebih ringan buat melangkah lagi. Ada rasa tenang karena kita tahu, apa pun hasilnya nanti, semuanya sudah dalam pengaturan-Nya. Kalau pun jalannya nggak sesuai keinginan, kita bisa bilang: "Mungkin ini bukan yang terbaik menurutku, tapi pasti yang terbaik menurut-Mu." Aku juga punya kebiasaan kecil: setiap kali merasa sedih tapi nggak bisa cerita ke siapa pun, aku tulis saja di notes HP seperti sedang menulis surat. Kadang aku awali dengan, "Ya Allah…" lalu mengalir begitu saja. Di akhir tulisan, aku selalu tutup dengan kalimat: "Kuserahkan semua pada-Mu ya Allah. Tolong jaga hatiku, kuatkan aku." Cara sederhana ini bikin aku merasa didengar, walau yang membaca hanya Allah. Kalau kamu sekarang lagi di fase yang sama—banyak rasa yang nggak bisa diutarakan—nggak apa-apa. Kamu nggak lemah hanya karena butuh tempat bersandar. Pelan-pelan saja. Coba luangkan beberapa menit sebelum tidur, tarik napas dalam-dalam, lalu ucapkan dari hati: "Ya Allah, aku serahkan semuanya pada-Mu." Kadang kita nggak langsung dapat jawaban, tapi biasanya Allah kasih ketenangan dulu di hati. Pada akhirnya, hidup ini memang penuh rahasia. Ada yang bisa kita ceritakan ke manusia, ada juga yang cuma pantas dibisikkan dalam doa. Yang penting, jangan lupa bahwa kita selalu punya tempat kembali: Dia yang paling tahu semua rasa, bahkan yang tak pernah terucap sekalipun.

5 komentar

Gambar komalasari4664
komalasari4664

HDR kmbali KK dri plmbng .slmt ciang fyp🇮🇩🙏

Lihat lainnya(1)
Gambar @hadirrrrr asalam mualalikum
@hadirrrrr asalam mualalikum

@hadirrr slamat malam aminnn🥰🤩👍