salahkah usia 35 masih single? dihina perawan tua

#AntiDrama

Haaiii🤗 assalamu'alaikum teman -2 🍋💙

Aku suka sedih dengan orang yang nanya tentang adik bungsuku yang masih single dan mereka merasa berhak menghina adikku sebagai perawan tua karena usianya 35 thn.

Kami sekeluarga udah banyak berusaha membantu adik bungsu mencarikan jodoh tapi belum berjodoh.

Bukankah jodoh itu ketentuan dari Allah SWT yang termasuk rezeki dan kami sudah berikhtiar semampu kami.

Aku diam dan merasa males menjawab hinaan mereka,aku hanya fokus berdo'a untuk kebaikan adik bungsuku.

#salahkahaku #tanyapendapat#harusgimana#pernahkahkamu Lemon8_ID Lemon8IDconfess Lemon8IRT

2025/4/29 Diedit ke

... Baca selengkapnyaJujur, dulu aku juga sempat kepo: sebenarnya perawan tua itu umur berapa sih? Di lingkungan kita, sering banget ada yang nyeletuk, "waduh, 30+ belum nikah, perawan tua nih". Padahal kalau dipikir-pikir, istilah itu nyakitin banget dan nggak ada patokan resminya sama sekali. Umur 30, 35, bahkan 40+ itu cuma angka. Banyak banget perempuan yang baru nikah di usia 30+, 35+, bahkan ada yang di atas 40 dan rumah tangganya justru bahagia. Di sisi lain, ada juga yang nikah muda tapi nggak bahagia. Jadi, ngapain hidup kita dikurung sama label "perawan tua umur berapa" yang sebenarnya cuma konstruksi sosial? Aku pernah di posisi jadi saksi langsung gimana omongan seperti itu melukai keluarga. Setiap ada yang nanya, "kok adikmu belum nikah?", lanjut dengan candaan kasar, rasanya campur aduk antara marah, sedih, dan capek. Lama-lama aku belajar buat nggak terlalu ambil hati, karena orang kadang ngomong tanpa mikir perasaan kita. Kalau kamu sekarang single di usia 30+, 35+, atau 45+ seperti di gambar "IRT 45+ sad~" itu, please jangan merasa diri kamu gagal. Status single bukan dosa, bukan aib. Banyak perempuan yang pakai hijab, udah jaga diri, fokus kerja atau bantu keluarga, tapi jodoh belum datang. Itu bukan karena kamu kurang berharga. Jodoh memang bagian dari rezeki yang Allah atur waktunya. Yang bisa kita lakukan: tetap ikhtiar secukupnya, buka diri kalau ada yang mau taaruf atau kenalan, tapi jangan sampai tekanan "umur" bikin kamu asal pilih pasangan. Lebih baik agak telat nikah tapi dengan orang yang tepat, daripada buru-buru hanya untuk menghindari label perawan tua. Kalau ada keluarga atau tetangga yang suka menghina, kamu boleh banget bikin batasan. Jawab seperlunya, atau malah pilih diam seperti yang aku lakukan, dan alihkan energi ke hal yang lebih bermanfaat: doa, perbaiki diri, dan bangun kehidupan yang kamu impikan. Ingat, tidak ada aturan resmi yang bilang, "perawan tua itu umur segini". Yang ada hanya orang-orang yang terlalu mudah menghakimi. Jadi, buat kamu yang masih single 30+, 35+, bahkan 40+: kamu bukan perawan tua, kamu adalah perempuan yang sedang menunggu waktu terbaik dari Allah. Pelan-pelan latih diri buat percaya bahwa nilai diri kamu jauh lebih tinggi daripada sekadar status menikah atau belum menikah.

Cari ·
jastip cina

369 komentar

Gambar it's_me.erlnd
it's_me.erlnd

orang2 ribet bgt si sama jodoh orang, gak nikah jg gak bikin miskin, banyak yg nikah trs jatuh miskin krn salah pilih pasangan, lagian nikah itu gak wajib kocak

Lihat lainnya(2)
Gambar Inspire me
Inspire me

Di bawah ada banyak opini pribadi soal pernikahan, jadi jangan ambil hati ya kakak kakak smw Kak, sebenernya aku ga mau kamu terlalu mikirin soal itu deh. Kalau lihat kondisi pernikahan dan ekonomi sekarang di Indonesia, jujur aja aku pribadi agak kurang minat buat nikah dulu. Jangan salah paham atau nuduh aku macam-macam ya, maksudku tuh realitanya biaya hidup dan biaya buat anak sekarang makin gila-gilaan, melejit banget. Sebagai perempuan, aku ngerasa nikah itu bukan hal yang gampang, karena kita dituntut buat fokus dan ngasih perhatian penuh cuma ke satu laki-laki. Tapi di sisi lain, ada juga agama atau budaya yang masih ngebolehin poligami, yang bikin aku mikir, “Daripada aku diselingkuhin atau dihianati, mending aku single aja deh.” Belum lagi kalau lihat fenomena kayak KDRT yang makin sering kedengeran, atau cowok-cowok yang belum mapan—mapan di sini maksudnya punya penghasilan tetap, punya rumah atau setidaknya ada pegangan—tapi udah maksa mau nikah. Itu malah nyusahin pasangan kan. Terus aku ga mau juga ada situasi nanti misalnya aku lagi ga kerja, malah disuruh-suruh, dibentak-bentak, atau direndahin kayak, “coba kamu kerja, jadi beban di rumah aja” dan sebagainya. Menurutku itu ga sehat banget. Makanya, aku lebih milih buat fokus ke diriku dulu, berjuang buat kerja, berdiri sendiri, dan ngejar apa yang bikin aku bahagia. Buat aku, yang paling penting tuh ya bahagia aja, stay happy tanpa harus terikat sama sesuatu yang mungkin malah bikin sakit hati atau ribet. Jadi kalau ditanya soal nikah sekarang, aku lebih ke mikir realistis aja sih, bukan berarti aku plin-plan, tapi lebih ke ngejaga diri dan kebahagiaanku dulu.

Lihat lainnya(4)

Lihat komentar lainnya