Aku Nyesel Baru Tau! Ternyata Ini Kesalahan Nyetrika Bikin Rusak Baju
Haaaiii 🤗 assalamu'alaikum teman-2 🍋 💙
Siapa nih yang pernah ngalamin baju kesayangan tiba-tiba bolong, sablonannya pecah, atau malah baunya jadi apek pas mau dipakai? Jujur, aku dulu sering banget asal nyetrika yang penting rapi. Tapi ternyata, niat baik kita merawat barang bisa berakhir rugi kalau caranya salah.
Ingat kan prinsip dasar dalam Islam:
"Sesungguhnya Allah menyukai jika salah seorang di antara kalian melakukan suatu pekerjaan, maka ia melakukannya dengan itqan (profesional/baik/teliti)." (HR. Thabrani)
Menyetrika juga butuh ketelitian lho, Kak! Jangan sampai niat hemat malah bikin kita boros beli baju baru terus.
Biar baju awet dan dompet aman, yuk cek 5 kesalahan sepele yang sering kita lakukan waktu menyetrika di slide postingan diatas ini ya!
Dari 5 kesalahan di atas, jujur deh Kak... kesalahan nomor berapa yang pernah Kakak lakukan tanpa disadari sampai hari ini? Share pengalaman kakak di kolom komentar ya! 👇
... Baca selengkapnyaPengalaman saya pribadi selama ini sering tidak menyadari bahwa kesalahan kecil saat menyetrika bisa berdampak besar pada kondisi baju kesayangan. Misalnya, dulu saya sering menyetrika kain tipis seperti sifon atau rayon dengan suhu terlalu panas karena ingin cepat selesai. Akibatnya, beberapa baju saya bolong di bagian yang harusnya halus.
Selain itu, saya pernah mencoba menyetrika baju yang masih agak lembap karena buru-buru ingin pakai. Tapi ternyata, hal itu malah membuat bau apek muncul, dan ada noda jamur ringan. Sejak itu saya mulai memastikan baju benar-benar kering sebelum disetrika.
Salah satu tips penting yang saya pelajari adalah ketika menyetrika kaos dengan sablon, usahakan membalik baju sehingga bagian sablon berada di bagian dalam. Tekanan setrika pun harus ringan, jangan keras agar sablon tidak retak atau luntur. Saya pernah mengabaikan ini, dan sablon kaos favorit jadi retak-retak.
Lipatan setelah menyetrika juga berpengaruh. Saya dulu asal lipat sehingga baju kembali kusut dan kurang rapi. Sekarang saya luangkan waktu untuk melipat dengan benar atau langsung menggantung agar baju tetap mulus.
Terakhir, jangan lupa selalu cek label perawatan pada baju. Setiap jenis kain punya suhu dan cara menyetrika yang berbeda, jadi menggunakan setelan suhu yang sama untuk semua pakaian bukan ide yang tepat. Perubahan kebiasaan kecil ini membantu saya merawat pakaian dengan lebih baik dan membuatnya lebih awet.
Merawat baju dengan seksama bukan hanya soal penampilan, tapi juga menunjukan rasa syukur dan profesionalisme dalam melakukan sesuatu, sebagaimana ajaran Islam mengajarkan kita untuk mengerjakan sesuatu dengan itqan. Semoga pengalaman ini bisa membantu kamu juga menjaga baju favorit tetap awet dan nyaman dipakai.