Apa Cuma Aku Atau Kakak Juga,Makan Bareng Bikin Happy ?
Haaaiii kak 👋🏼
Assalamu'alaikum Teman-2 🍋
Pernah merasa nggak sih Kak, makan sendirian di kamar sambil gulir HP tuh rasanya sepi banget? Padahal kalo kita makan bareng keluarga atau teman, nasi goreng biasa pun rasanya jadi jauh lebih nikmat.
Ternyata, hal sederhana ini ada penjelasan ilmiahnya, lho! Artikel kesehatan nyebutin beberapa fakta menarik soal kebiasaan makan bersama:
☺️Memicu Hormon Bahagia (Endorfin): Menurut pakar biologi Robin Dunbar dari Oxford, makan bareng orang lain secara alami memicu sistem endorfin di tubuh kita. Efeknya? Perasaan jadi lebih nyaman, tenang, dan bonding makin kuat.
😋Makanan Terasa Lebih Enak: Penelitian dari Universitas Pennsylvania membuktikan bahwa makan bersama bisa mengubah persepsi rasa. Cokelat yang dimakan bareng-bareng dinilai jauh lebih enak dibanding makan sendirian.
😊Menurunkan Risiko Depresi: Studi terhadap ribuan lansia di Tokyo menunjukkan, orang yang tinggal serumah tapi sering makan sendirian punya risiko depresi 5 kali lebih besar dibanding yang rajin makan bareng.
📖Menariknya, jauh sebelum ada penelitian ilmiah ini, Rasulullah ﷺ sudah mengajarkan pentingnya makan bersama dalam kehidupan sehari-hari:
"Berkumpullah kalian ketika makan dan sebutlah nama Allah, niscaya makan kalian akan diberkahi."
(HR. Abu Dawud no. 3764)
✨Ternyata keberkahan yang dimaksud Rasulullah ﷺ itu nyata banget ya, Kak! Bukan cuma bikin kenyang, tapi juga menjaga kesehatan mental dan mempererat silaturahmi.
Kalau Kakak sendiri, dalam seminggu ini lebih sering makan bareng keluarga atau makan sendirian sambil nonton drama? Cerita di kolom komentar, yuk!👇🏼
#RealitaDewasa #BaruTau #MakanBareng Lemon8IRT Lemon8 Family ✨ Lemon8_ID
Saya pribadi merasakan banget perubahan suasana hati ketika makan bersama keluarga dibandingkan makan sendiri. Waktu itu, sedang ada momen kumpul keluarga dan kami memutuskan makan malam bersama dengan hidangan sederhana tapi hangat, seperti nasi goreng dan sayur bening. Keasyikan ngobrol membuat makanan yang sebenarnya biasa saja terasa jauh lebih lezat. Hal ini sejalan dengan penelitian dari Universitas Pennsylvania yang menunjukkan bahwa makanan terasa lebih enak saat dinikmati bersama. Selain itu, suasana hangat dan kebersamaan membuat saya merasa lebih rileks dan bahagia, persis seperti yang dijelaskan oleh pakar biologi Robin Dunbar soal hormon endorfin. Selain dari segi kenikmatan rasa, kebiasaan makan bersama ini juga memberikan dampak positif lain dari pengalaman saya. Dulu, ketika sering makan sendiri sambil menonton HP, saya merasa agak kesepian dan suasana hati cukup buruk. Tapi setelah rutin makan bareng keluarga, saya merasakan mood yang lebih stabil dan positif, yang hal ini juga didukung oleh studi tentang risiko depresi yang lebih rendah pada mereka yang sering makan bersama. Mengutip juga dari ajaran Rasulullah ﷺ, makan bersama sambil menyebut nama Allah memberikan berkah tak hanya pada makanan tapi juga pada hati kita. Ini menambah kesan spiritual yang membuat kebiasaan makan bersama lebih bermakna. Bagi teman-teman yang mungkin terbiasa makan sendiri karena kesibukan, yuk coba luangkan waktu sedikit untuk makan bersama keluarga atau teman. Selain mempererat hubungan, ini juga bisa menjadi cara sederhana untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan mental kita.



