Emosi Naik Turun?Yuk Cek Solusi Mental Health Ini!
Haaaiii kak 👋🏼
Assalamu'alaikum 🤗
Jujur deh Kak, pernah gak sih tiba-tiba rasanya mau marah besar cuma gara-gara hal sepele, terus habis itu malah pengen nangis sesenggukan tanpa alasan yang jelas?
Padahal lagi gak ada masalah berat sama sekali. Kalau Kakak atau mama di rumah lagi ngerasain ini di usia 40-an ke atas, tenang dulu ya. Kakak gak aneh kok, dan ini bukan sekadar "stres biasa", tapi tanda tubuh lagi memasuki masa perimenopause,yang kini aku alami.
Perubahan hormon di fase ini memang ngaruh banget ke mental health dan kestabilan emosi kita.
Dalam Islam, menjaga kesehatan pikiran dan emosi itu penting banget. Rasulullah ﷺ bersabda:
"Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu keletihan, penyakit, kesedihan, kesusahan, gangguan, hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapus dosa-dosanya dengan sebab itu." (HR. Bukhari & Muslim)
Rasa lelah dan emosi yang naik turun ini adalah ujian yang ada penawarnya.
Coach Nenden Theresia membagikan 10 solusi praktis untuk menjaga mental health saat premenopause:
📌Pahami Sinyal Tubuh: Validasi perasaan sendiri, jangan menyalahkan diri saat mood mendadak turun.
📌Atur Pola Napas (Mindfulness): Lakukan teknik napas dalam 4-7-8 saat emosi mulai memuncak.
📌Jaga Nutrisi Phytoestrogen: Perbanyak konsumsi kedelai, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
📌Rutin Olahraga Ringan: Jalan kaki pagi 20 menit membantu pelepasan hormon endorfin.
📌Tidur Berkualitas: Buat rutinitas malam yang tenang tanpa gadget 1 jam sebelum tidur.
📌Kurangi Kafein & Gula: Konsumsi gula berlebih bikin grafik emosi makin naik turun secara drastis.
📌Curhat ke Support System: Cari teman cerita yang memahami atau gabung komunitas sesama wanita.
📌Rutin De-cluttering Pikiran: Tuliskan apa yang dirasakan (journaling) setiap malam sebelum tidur.
📌Perbanyak Dzikir Penenang Hati: Mengingat Allah membuat hati jauh lebih tenang (thuma'ninah).
📌Konsultasi Profesional: Jangan ragu ke dokter atau konselor jika cemas sudah mengganggu aktivitas harian.
Dari 10 solusi di atas, mana nih yang paling pengen Kakak coba terapin mulai hari ini?
Share pendapat kakak dikolom komentar!👇🏼
Sebagai seseorang yang juga mengalami fase perimenopause, saya paham betul bagaimana perubahan hormon dapat memengaruhi kesehatan mental dan stabilitas emosional sehari-hari. Awalnya saya sering merasa mudah tersinggung, cepat marah, dan tiba-tiba menangis tanpa alasan yang jelas, seperti yang dialami banyak wanita di usia 40-an ke atas. Melalui pengalaman pribadi, saya belajar bahwa mengenali dan memahami sinyal tubuh sangat penting. Ketika mood tiba-tiba berubah, saya tidak lagi menyalahkan diri, tapi mencoba berlatih teknik pernapasan mindfulness seperti napas 4-7-8. Cara ini membantu menenangkan pikiran dalam waktu singkat. Selain itu, mengganti pola makan dengan meningkatkan asupan nutrisi phytoestrogen dari kedelai, kacang-kacangan, dan biji-bijian ikut membantu menstabilkan hormon. Saya juga rutin berjalan kaki ringan selama 20 menit setiap pagi untuk merangsang pelepasan hormon endorfin yang bisa memperbaiki suasana hati. Perbaikan kualitas tidur juga menjadi hal yang saya prioritaskan, seperti mematikan gadget satu jam sebelum tidur agar otak lebih rileks. Mengurangi konsumsi kafein dan gula juga berpengaruh besar karena gula berlebih justru memperparah naik turunnya emosi. Selain pengelolaan fisik, aspek spiritual sangat membantu saya dalam menghadapi masa sulit ini. Membiasakan dzikir dan mengingat Allah memberikan ketenangan hati dan membuat saya merasa lebih kuat menjalani setiap ujian. Curhat ke teman yang dipercaya atau bergabung dengan komunitas wanita membuat saya merasa tidak sendiri. Mampu menuliskan perasaan melalui journaling membantu 'de-cluttering' pikiran sehingga saya bisa lebih memahami diri sendiri. Jika rasa cemas atau mood yang tidak stabil sudah sangat mengganggu aktivitas, saya juga tidak ragu mencari bantuan profesional seperti dokter atau konselor. Ini adalah langkah penting supaya kita mendapatkan penanganan yang tepat sesuai kondisi. Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa menjaga mental health pada masa perimenopause memang butuh kesabaran dan pendekatan holistik meliputi fisik, emosi, dan spiritual. Semoga dengan membagikan berbagai solusi praktis ini, para wanita lainnya bisa lebih percaya diri dan siap menghadapi perubahan dengan lebih baik.




