Perjuangan Pasutri 5 Tahun pengen punya Rumah sendiri !
Dari awal nikah pentingin lifestyle, sampai lupa kalau kebutuhan dasar manusia itu Papan nya belum punya. Awalnya berat tapi ternyata gak seberat yang kami kira. Allow me to share my tips to achieve your dream house (soon)
1. Budget ( karna aku dan suami punya penghasilan masing masing, jadi kami sisihkan 20% gaji suami untuk saving ke tabungan kami, 30% KPR, 50% nya untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga, dan penghasilan ku untuk lifestyle, such as pengen beli barang, dana darurat, dan jajan )
2. Cari tambahan sampingan dari jualan, affiliate dan hal yang bisa ngasilin uang dari segala arah
3. Belajar investasi, aku dan suami prefer investasi seperti Bibit dan Pasar Uang sebagai media kami berinvestasi yang pasti
And now, aku pengen ajak kalian semua buat wujudkan impian punya rumah sendiri di tahun ini juga. Karna BCA Expo 2025 punyanya @BankBCA starting from 22 Agustus - 30 September 2025 offering bunga special starting from 1.65% eff.p.a. Gas langsung kepoin expo.bca.co.id
... Baca selengkapnyaMemiliki rumah sendiri adalah cita-cita banyak pasangan muda, terutama setelah lima tahun menikah seperti kisah dari pasutri ini. Mereka memulai dengan menyadari pentingnya prioritas kebutuhan dasar yaitu papan atau tempat tinggal, meskipun pada awalnya lebih fokus pada gaya hidup. Realita hidup bersama orang tua sering kali terasa nyaman namun tidak selalu bebas dari konflik, sehingga memiliki rumah sendiri menjadi sangat penting untuk menciptakan suasana keluarga yang harmonis dan mandiri.
Seiring perjalanan menabung, ada beberapa cara yang bisa dilakukan supaya proses memiliki rumah tidak terasa memberatkan. Pertama, membagi penghasilan dengan disiplin adalah kunci utama. Seperti di contoh, menyisihkan 20% gaji suami untuk tabungan rumah dan 30% untuk membayar KPR adalah langkah cerdas agar anggaran kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi. Selain itu, memanfaatkan penghasilan istri untuk lifestyle, dana darurat dan keperluan lainnya juga membantu menjaga keseimbangan keuangan keluarga.
Kedua, mencari sumber penghasilan tambahan merupakan strategi penting. Banyak pasangan kini memilih berjualan online, mengikuti program affiliate, atau menjalankan usaha sampingan. Hal ini tidak hanya menambah pemasukan tetapi juga membuka peluang finansial lebih luas untuk mempercepat pencapaian rumah impian.
Ketiga, belajar investasi menjadi salah satu cara mengembangkan dana yang sudah ditabung. Investasi di platform seperti Bibit dan instrumen pasar uang memberi keamanan sekaligus potensi keuntungan yang lebih tinggi dibanding hanya menabung di bank. Investasi yang tepat bisa membantu menaikkan modal secara bertahap sehingga mempercepat proses membeli rumah.
Pada tahun 2025, ada kesempatan menarik melalui event BCA Expo yang berlangsung dari 22 Agustus sampai 30 September dengan bunga KPR spesial mulai dari 1,65% eff.p.a. Promo ini sangat cocok untuk para pejuang KPR yang ingin mendapatkan kemudahan dan penawaran menarik dalam membeli rumah. Jangan lewatkan kesempatan ini, langsung cek di expo.bca.co.id agar bisa memanfaatkan program terbaik untuk mewujudkan rumah impian.
Selain itu, mencatat perkembangan jualan dan pengelolaan dana melalui aplikasi juga membantu memonitor keuangan keluarga. Misalnya, memantau estimasi pendapatan dari jualan dan klik produk bisa menjadi indikator untuk meningkatkan pemasukan sampingan. Menabung secara langsung di celengan ajaib atau metode mengumpulkan dana secara bertahap tetap menjadi kebiasaan baik untuk mengontrol pengeluaran dan menyiapkan dana.
Jadi, dengan disiplin keuangan, sumber penghasilan tambahan, investasi yang tepat, dan memanfaatkan promo KPR seperti di BCA Expo, siapapun bisa mengejar dan memiliki rumah impian. Perjuangan memang tidak mudah, tetapi dengan strategi yang tepat, semua bisa jadi #JadiKejadian. Semangat terus untuk para pejuang rumah pertama!