📌 Puasa Kaum Awam adalah Menahan Perut dan Kemaluan dari Syahwatnya.
📌 Puasa Kaum Khusus, yaitu Menahan Pendengaran, Penglihatan, Lisan, Tangan, dan Kaki dan Seluruh Anggota Tubuh dari Perbuatan Dosa.
📌 Sementara Puasa Sangat Khusus yaitu Puasa Hati dari Kesibukan Duniawi dan Pemikirannya lalu Mencegahnya dari Hal-Hal Selain Allah Secara Keseluruhan.
Sebentar lagi Bulan Puasa Ramadhan Mari kita Menjalankan Ibadah Puasa ini dgn Kerendahan hati, Ikhlas dan Tawakal kpd Allah dgn Mengerjakan 7 Sunah Puasa Ramadhan ini Supaya Puasa kita diterima oleh Allah SWT dan mendapatkan Ridho dari-Nya. Aamiin Allahumma Aamiin🤲🤲
... Baca selengkapnyaKalau ngomongin sunat puasa Ramadhan, sebenarnya bukan cuma soal sahur dan buka aja. Waktu aku mulai belajar lebih serius tentang puasa, baru sadar kalau ada banyak amalan kecil yang terasa sepele, tapi efeknya besar banget ke kualitas puasa kita.
Pertama, soal niat. Banyak yang masih bingung, niat puasa Ramadhan itu sebaiknya tiap malam atau cukup sekali di awal bulan. Di beberapa kajian yang aku ikuti, dianjurkan untuk membiasakan niat setiap malam sebelum tidur atau menjelang sahur, biar hati kita sadar betul kalau besok mau ibadah, bukan sekadar menahan lapar. Aku pribadi biasanya melafalkan niat pelan-pelan sambil siapin sahur.
Kedua, menjaga lisan selama berpuasa. Ini sunah yang menurutku paling menantang. Secara hukum, ghibah dan ngomong kasar itu dosa kapan pun, tapi di bulan Ramadhan rasanya lebih "ngena" ke hati. Aku pernah merasa puasanya "kosong" gara-gara seharian nyinyir di chat grup. Sejak itu, aku coba lebih hati-hati, bahkan kalau lagi capek, pilih diam daripada ikut komentar yang nggak perlu.
Ketiga, mengisi waktu antara Ashar sampai menjelang Maghrib. Dulu ini adalah waktu paling rawan buat scroll medsos tanpa tujuan. Setelah tahu banyak ulama anjurkan memperbanyak doa, dzikir, dan baca Qur'an di waktu mendekati berbuka, aku mulai pelan-pelan ubah kebiasaan. Kadang aku baca satu atau dua halaman Qur'an di atas sajadah, atau dzikir pakai tasbih sambil nunggu adzan. Waktu terasa lebih bermakna dan hati jadi lebih tenang.
Keempat, adab berbuka puasa. Sunnahnya kan menyegerakan buka dengan sesuatu yang manis seperti kurma atau setidaknya air, lalu jangan berlebihan ambil makanan. Pengalaman pribadi, kalau terlalu semangat ambil banyak hidangan berbuka puasa, malah jadi malas tarawih. Sekarang aku coba sederhana dulu: kurma atau air, nasi secukupnya, baru setelah tarawih kalau masih lapar, makan lagi sedikit.
Kelima, sunah memberi makan orang yang berbuka. Ini amalan yang berasa banget ke hati. Nggak harus mewah, bahkan sekadar berbagi air minum atau beberapa butir kurma ke tetangga atau teman yang mampir sudah bernilai besar. Pernah aku dan keluarga sengaja masak nasi goreng simpel dengan telur mata sapi, lalu dibagi ke beberapa orang yang kos di dekat rumah. Rasanya bahagia banget melihat mereka senyum, dan kita ikut dapat pahala seperti orang yang berpuasa.
Keenam, menjauhi hal-hal yang bisa mengurangi pahala puasa walaupun tidak membatalkan, seperti sengaja menikmati hal-hal yang memancing syahwat. Di bulan Ramadhan, aku belajar lebih selektif dalam menonton dan mengikuti konten, supaya hati tetap fokus ke Allah. Memang nggak mudah, tapi pelan-pelan bisa kalau niatnya kuat.
Terakhir, memperbanyak sedekah dan doa selama Ramadhan. Selain sedekah materi, sedekah senyum, membantu pekerjaan rumah, dan memudahkan orang lain juga termasuk sedekah. Aku merasakan, ketika puasa disertai sedekah, perasaan syukur dan ridha ke Allah itu makin kuat.
Jadi, sunat puasa bukan sekadar teori, tapi benar-benar terasa di keseharian kalau kita coba praktik pelan-pelan. Kamu boleh pilih satu atau dua sunnah dulu sebagai permulaan, nanti kalau sudah terbiasa, tambah lagi sampai tujuh. Yang penting, tetap jaga keikhlasan dan rendah hati dalam beribadah di bulan Ramadhan.
wah, masyaAllah makasih ya bundaku sdh diingatkan.. bukan hanya puasa perut tapi sampai ke puasa hati dan puasa kesibukan duniawi..