saat diri tak tau harus bagaimana lagi
#AkuPernah berada di titik ga tau harus bagaimana,segala cara udah di lakukan,sampe badan ini lemes seperti ga bertenaga hanya bisa nangis....saat hati ini berkata ya Allah ku pasrahkan hidupku padamu,beri jalan keluar yg terbaik..,..Masya Allah tabarakallah pada saat kita ikhlas menerima ujian dari Allah, Allah beri jalan keluar yg tidak di sangka sangka.,.🥹🥹.
ni'mati saja proses kehidupan ini dengan jalan yg Allah ridhoi....
Aku pernah banget ada di fase harus bagaimana lagi, rasanya mentok dan cuma bisa bilang "yaudahlah pasrah". Tapi lama-lama aku sadar, pasrah dan tawakal kepada Allah itu bukan berarti berhenti berusaha, justru jadi momen buat evaluasi diri dan pelan-pelan bangun kebiasaan sehat. Biasanya ketika mulai ngerasa buntu, aku coba jujur sama diri sendiri dulu. Tulis di kertas: apa aja yang lagi berat, apa yang aku takutkan, dan apa yang sudah aku lakukan. Dari sana kadang kelihatan kalau sebenarnya aku sudah berusaha, tapi kurang merawat diri. Di titik itu aku mulai belajar bikin healthy habits sederhana, biar badan dan hati nggak makin drop. Hal kecil yang cukup ngaruh buat aku misalnya: - Jalan santai atau stretching sebentar tiap pagi. Awalnya berat, tapi 5–10 menit aja sudah cukup bikin badan nggak terlalu lemes. - Ngurangin scrolling media sosial yang bikin overthinking. Ganti waktu itu dengan baca buku ringan atau dengar kajian singkat. - Ngebiasain zikir dan doa sebelum tidur, khususnya ketika lagi nangis dan merasa nggak kuat. Di situ aku bener-bener pasrah dan tawakal kepada Allah, cerita apa adanya tanpa ditahan. Di momen harus bagaimana lagi, aku juga belajar kalau nggak apa-apa kok minta bantuan. Curhat ke teman yang bisa dipercaya, ke keluarga, atau kalau perlu ke profesional. Kadang kita merasa harus kuat sendiri, padahal dukungan orang lain bagian dari jalan keluar yang Allah kirimkan. Aku juga pernah ngerasa malu buat posting real moments seperti foto lagi sedih atau tulisan jujur tentang perjuangan, sampai muncul pikiran "why I don't post this". Tapi setelah berani sedikit demi sedikit, ternyata banyak yang relate dan bilang kalau mereka juga lagi di fase yang sama. Dari situ aku sadar, berbagi cerita bisa jadi salah satu ikhtiar, bukan sekadar konten. Kalau sekarang kamu ada di titik harus bagaimana lagi, coba izinkan diri untuk pelan-pelan nikmati proses, bukan cuma hasil. Ambil jeda sejenak, tarik napas dalam, dan bilang ke diri sendiri: "Aku nggak sendirian, Allah tahu capekku." Tetap lakukan yang bisa kamu lakukan hari ini, sekecil apa pun itu, sambil terus pasrah dan tawakal. Kadang jalan keluar datang dari hal sederhana yang kita lakukan konsisten setiap hari.
