Ngapain aja sih...
Ada aja orang yang ngomong kayak gitu sama aku ....
Dia pikir aku itu tidur tiduran aja ya.
Dia pikir baju tergantung Samapi 2-3 hari di teras disengaja ya
jadi irt itu belum tentu kerjanya main hp terus.
tiduran terus...
nonton Drakor terus
Apalagi anak-anak kalau sudah sakit,semua bakalan terbengkalai.
kalau punya anak 1 ya bisalah ya kan..
tapi kalau anak sudah 3 😄😄
duh ...ngak bisa bilang apa apa
kira kira ada yang akh nggk ya??
Sebagai seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), seringkali kita menghadapi berbagai anggapan yang kurang tepat tentang apa yang sebenarnya kita lakukan sehari-hari. Dari pengalaman saya, banyak orang berasumsi bahwa menjadi IRT berarti banyak waktu untuk tidur santai, main HP, atau menonton drama Korea tanpa henti. Namun pada kenyataannya, peran itu jauh lebih kompleks dan penuh tantangan. Bekerja di rumah dengan anak-anak, apalagi kalau jumlahnya lebih dari satu, bukanlah hal mudah. Ketika anak sakit, perhatian dan waktu kita semuanya terkuras hanya untuk merawat mereka. Hal-hal lain seperti mencuci baju, membersihkan rumah, bahkan mengurus kebutuhan diri sendiri seringkali harus ditunda atau dilakukan seadanya. Jadi, wajar kalau ada baju yang tergantung beberapa hari di teras tanpa segera dilipat, karena prioritas utama adalah kesehatan dan kenyamanan anak. Saya pernah merasakan bagaimana rasanya harus membagi perhatian antara mengasuh anak-anak yang sedang sakit, mengurus rumah tangga, serta memikirkan kebutuhan keluarga lain. Meski terlihat sederhana, pekerjaan ini membutuhkan manajemen waktu dan energi yang baik. Selain itu, stigma bahwa IRT selalu memiliki banyak waktu luang untuk hal-hal santai seperti nonton Drakor atau bermain HP sebenarnya sangat menyesatkan. Kadang, kegiatan tersebut hanya menjadi jeda sejenak untuk melepas penat setelah berjam-jam mengerjakan tugas rumah tangga dan merawat keluarga. Jadi, daripada menghakimi, akan lebih baik jika kita saling memahami dan mendukung satu sama lain. Pengalaman saya menunjukkan bahwa menjadi IRT memang pekerjaan yang tak kasat mata, tetapi sangat melelahkan dan membutuhkan kesabaran serta cinta yang besar. Saya percaya bahwa setiap IRT punya cerita dan perjuangan yang patut dihargai. Kalau kamu juga seorang IRT atau memiliki keluarga yang menjalani peran ini, semoga pengalaman ini bisa menyemangati dan mengubah pandangan negatif dari sekitar. Ingat, di balik rumah yang tertata rapi, ada banyak cerita dan kerja keras tersembunyi yang layak diapresiasi.
