Luka apa yang paling susah kamu lupain?
Halo sahabat 🍋..
Pernah nggak sih, kamu ngerasa capek batin yang sulit dijelaskan??
Bukan karena kerjaan, bukan juga karena rutinitas.
Tapi karena kamu terlalu sering diminta untuk memahami, sementara nggak ada yang mencoba memahami.
Kamu ingin dimengerti, tapi hidup terus memaksa kamu untuk terus mengerti orang lain.
Rasanya kayak dunia ini luas, tapi kamu nggak tahu harus pulang ke mana.
Kamu kayak nggak punya ruang buat istirahat, padahal hati kamu udah lelah banget.
Nangis pun harus diam-diam.
Karena kamu takut dianggap lemah.
Kadang, kita bukan butuh banyak nasihat, tapi cuma ingin dimengerti.
Cuma ingin merasa “ada ruang buat pulang.”
Kalau kamu lagi merasa kayak gitu, pelan-pelan ya. Kamu boleh lelah. Kamu boleh berhenti sejenak untuk merawat batinmu.
Coba deh baca buku “Dengarkan Tubuhmu”. Buku ini membantu kamu memahami bahwa rasa lelah yang kamu simpan, bisa jadi sinyal dari tubuh dan jiwamu yang meminta disapa dengan kasih.
#TentangKehidupan #PerasaanKu #BahasMental #TipsLemon8 #ViralTerbaru
Luka batin yang paling sulit dilupakan biasanya terkait dengan perasaan tak dimengerti dan keharusan selalu mengerti orang lain tanpa mendapat balasan yang sama. Situasi ini membuat seseorang merasa kelelahan emosional yang dalam, bahkan sulit untuk diungkapkan secara lisan. Rasa lelah ini bukan hanya fisik, melainkan sinyal dari tubuh dan jiwa bahwa ada kebutuhan untuk istirahat dan perhatian lebih terhadap kesehatan mental. Seringkali kita diminta untuk selalu sabar dan memahami orang di sekitar, sementara kebutuhan batin kita sendiri terabaikan. Ini menimbulkan perasaan sepi, seperti tidak punya ruang aman untuk pulang dan beristirahat. Dalam kondisi ini, menangis pun harus disembunyikan karena takut direndahkan atau dianggap lemah. Penting bagi kita untuk mengenali tanda-tanda kelelahan batin ini. Buku "Dengarkan Tubuhmu" bisa menjadi panduan untuk memahami bahwa rasa lelah yang kita rasakan adalah pesan penting dari jiwa kita. Dengan merawat diri sendiri dan memberi ruang untuk perasaan tersebut, kita mulai membangun keterhubungan kembali dengan diri sendiri dan menemukan ketenangan yang selama ini hilang. Selain membaca buku tersebut, melakukan refleksi diri, berbicara dengan orang terpercaya, atau mencari bantuan profesional juga sangat dianjurkan. Memberi diri izin untuk beristirahat dan tidak merasa bersalah karena lelah, membantu proses penyembuhan luka batin. Menyadari bahwa luka sulit lupa ini adalah bagian dari pengalaman manusiawi juga akan membantu kita lebih bersabar pada prosesnya. Dengan berbagi pengalaman dan perasaan secara jujur ke komunitas yang suportif, kita bisa menemukan ruang aman untuk menyembuhkan luka tersebut. Jadi, jika kamu merasa luka batin yang tak kunjung hilang mengganggu hidupmu, ketahuilah kamu tidak sendiri, dan ada cara-cara yang bisa membantu kamu sembuh dan kembali merasa dimengerti.

kalau aku sih, dikhianati, bukan oleh pacar tapi sahabat, dan rasanya... gimana gitu, orang yang udah di anggap kayak saudara sendiri, malah pergi