biar aku ajha, kalian jangan....
lalu....
seorang ibu2 yg terkenal rewel yang membersihkan sendiri kotoran tikus itu dan merapikan segala sesuatu yang menurut dia berantakan...
ga bener2 sendirian juga si.... ada yang bantuin dia...
respon aku gimana...
well pastinya aku malu banget, sebagai orang yang tinggal disini tapi ga rajin dan bersyukur sekali...
karena PR aku ada yang ngerjain...
tapi....
ternyata ga berhenti di situ, next day dia dateng lagi bawa orang buat lanjut beres2...
aku pengen bantuin tapi ga bisa karena aku ada acara yang ga bisa ditinggalin dan dia tau itu...
besokannya...
dia ngajak ibu2 majelis buat musyawarah bentuk tim piket buat menjaga kebersihan tempat itu, ide bagus dong ya...?
apakah aku setuju? setuju Bangetlah? secara ditempat sebesar ini amal soleh aku jadi makin ringan.
Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita menemukan sosok yang awalnya terlihat merepotkan atau 'rewel', namun sebenarnya mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang menjaga kebersihan dan keteraturan di lingkungan kita. Pengalaman yang saya alami cukup mirip, di mana ada seorang ibu yang secara aktif membersihkan kotoran tikus dan merapikan area yang dianggapnya berantakan, tidak sendiri, karena dia juga mendapat dukungan dari beberapa orang lain. Momen itu mengajarkan saya banyak hal. Pertama, pentingnya rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. Meskipun saya awalnya merasa malu karena tidak rajin membersihkan tempat tinggal sendiri, saya sadar bahwa ada orang lain yang mau meluangkan waktu dan tenaga demi kebaikan bersama. Hal ini memunculkan rasa syukur sekaligus dorongan untuk turut berkontribusi. Kedua, aksi kolektif yang muncul melalui musyawarah bersama ibu-ibu majelis untuk membentuk tim piket menjaga kebersihan menunjukkan betapa pentingnya kerjasama dalam komunitas. Terkadang, masalah sederhana seperti kebersihan membutuhkan kebersamaan agar bisa berjalan dengan efektif dan berkelanjutan. Ide tersebut sangat bagus karena mengurangi beban individu dan membuat aktivitas amal menjadi lebih ringan serta berkesinambungan. Saya pernah mengalami situasi di mana saya ingin membantu namun keterbatasan waktu membuat saya tidak bisa aktif serta selalu ada komitmen lain yang harus diutamakan. Namun, dengan adanya sistem tim piket, saya merasa tetap bisa berkontribusi meskipun tidak setiap waktu terlibat langsung. Rasanya menyenangkan bisa ikut berpartisipasi, sekecil apapun, dan melihat dampak positifnya bagi lingkungan dan hubungan sosial. Pengalaman ini membuat saya sadar bahwa menjaga kebersihan dan keteraturan bukan hanya tugas individu, melainkan tanggung jawab bersama sebagai anggota komunitas. Ketekunan dan inisiatif yang dilakukan oleh sosok ibu tersebut menjadi inspirasi bagi saya dan orang lain untuk lebih peduli dan aktif dalam menjaga lingkungan agar nyaman dan sehat. Kalau kamu pernah mengalami hal serupa, mungkin bisa mencoba ide membentuk atau bergabung dengan tim piket kebersihan di lingkunganmu. Selain memberikan manfaat langsung bagi lingkungan, juga mempererat tali silaturahmi antarwarga. Kebersihan adalah cermin kedisiplinan dan kepedulian kita bersama.
