Suamiku jarang post foto di status sosmednya, sete

2025/8/12 Diedit ke

... Baca selengkapnyaAku dulu termasuk tipe yang cukup aktif di sosmed, jadi pas nikah lumayan kaget waktu sadar suami jarang posting di sosmed, apalagi soal aku. Di awal-awal sempat kepikiran, “Dia malu ya sama aku? Atau udah nggak sayang?” Padahal kalau lagi sama aku di dunia nyata, dia perhatian banget. Aku akhirnya coba ngobrol pelan-pelan. Ternyata memang ada orang yang ngerasa hidup pribadinya nggak perlu diumbar di sosmed. Buat suamiku, yang penting itu apa yang dia lakuin tiap hari, bukan apa yang dia tunjukin di status. Dia lebih milih posting soal kerjaan atau hal-hal yang menurut dia bermanfaat, dibanding foto keluarga. Dari situ aku pelan-pelan belajar bedain: kurang posting di sosmed itu bukan berarti kurang sayang. Buat yang pasangannya juga jarang posting di sosmed, menurutku penting banget buat cek dulu: gimana sikap dia di dunia nyata? Apakah dia tetap menghargai, meluangkan waktu, dan nunjukin kasih sayang? Soalnya ada juga pasangan yang di sosmed mesra banget, tapi di rumah cuek. Jadi jangan sampai kita kebalik: terlalu fokus ke dunia maya sampai lupa ngelihat sikap aslinya sehari-hari. Soal "hikmah belum punya anak" juga aku sempat banyak mikir. Di sekitar kita, banyak yang kelihatan bahagia di sosmed dengan foto anak, liburan, dan lain-lain. Sementara aku dulu sempat ngerasa kosong karena belum punya anak. Tapi makin ke sini aku lihat, ada hikmah belum punya anak yang kadang nggak kelihatan di awal. Misalnya, punya waktu lebih banyak buat mengenal pasangan, bangun komunikasi yang kuat, dan kerja bareng buat masa depan. Aku jadi bisa lebih fokus bangun hubungan suami istri dulu: belajar cara ngadepin konflik, mengatur keuangan, dan kenal karakter masing-masing. Kadang kita dipaksa sabar dulu sebelum dikasih amanah lebih besar. Bukan berarti sedihnya hilang, tapi aku jadi lebih bisa nerima kalau tiap orang punya waktunya masing-masing. Kalau kamu lagi di fase ini—suami jarang posting di sosmed, belum punya anak, dan sering bandingin hidup sendiri dengan orang lain—coba pelan-pelan kurangi scrolling yang bikin hati nggak tenang. Lebih banyak ngobrol dari hati ke hati sama pasangan, bukan cuma nunggu dia posting sesuatu. Kalau kamu merasa nggak tenang, bilang aja, "Aku kadang suka insecure kalau lihat sosmed orang lain, boleh nggak kita bahas soal ini?" Biasanya dari obrolan jujur kayak gitu, kita jadi tahu cara pikir pasangan dan bisa nemuin titik tengah. Intinya, frekuensi posting di sosmed dan status punya anak atau belum itu nggak sepenuhnya bisa jadi ukuran kebahagiaan rumah tangga. Yang paling kerasa justru di momen sederhana: minum kopi bareng di meja makan, capek bareng habis kerja, atau sekadar nonton film sambil tiduran bareng. Hal-hal kecil yang nggak ke-post di sosmed, tapi justru jadi inti dari hubungan yang bermakna.