#DoaHarian yang wajib kamu amalin (pelan-pelan), karena sejatinya hidup adalah “proses” salah satunya adalah proses penerima’an diri.
tidak semua hari akan berjalan dengan baik, tidak semua rencana akan berjalan dengan lancar. tugas kamu adalah terus berusaha dan berdo’a, dan menanamkan dalam hati. setiap apa yg menjadi takdir mu tidak akan melewatkanmu.
jangan lupa selipkan dzikir “subhanallah” “masyaallah” untuk mengucapkan rasa syukur karena masih diberikan nafas dan kesehatan hingga hari ini,
kalo kalian saat ini lagi merasa banyak sekali cobaan dan merasa kurang, diamalkan ya doa-doanya inysaallah Allah mendengar do’a-do’a kalian🕊✨
... Baca selengkapnyaJujur, rasa lelah hati dan pikiran itu pernah bikin aku ngerasa hidup nggak berharga. Bangun pagi aja berat, sholat pun kadang cuma formalitas. Tapi pelan-pelan aku belajar, ternyata doa harian bisa jadi ruang kecil buat hati istirahat.
Sekarang, kalau lagi capek banget, aku coba disiplin baca amalan sesudah sholat. Misalnya setelah maghrib atau isya, aku sempatkan baca Yasin atau Al-Waqiah. Bukan karena aku super alim, tapi karena tiap kali selesai baca, ada rasa lega yang nggak bisa dijelasin. Seolah-olah beban di kepala sedikit berkurang.
Aku juga suka nulis sendiri di buku catatan: "AMALAN DO'A HARIANKU" supaya ingat kalau hidup itu perjalanan, bukan perlombaan. Di situ aku tulis target kecil: baca Al-Mulk sebelum tidur, Ar-Rahman kalau lagi gelisah, dan coba jaga puasa Senin-Kamis walau nggak selalu sempurna. Kadang bolong, kadang lupa, tapi aku anggap itu bagian dari proses.
Buat kamu yang hatinya lagi lelah, coba mulai dari hal yang paling sederhana: dzikir pelan-pelan. Ucapkan "subhanallah" saat lihat hal kecil yang indah, "masyaallah" saat ingat nikmat napas dan sehat hari ini. Aku melakukan itu di tengah aktivitas keseharian, misalnya lagi di jalan, lagi nunggu, atau pas rebahan sebelum tidur. Lama-lama, dzikir itu jadi pengingat bahwa aku nggak sepenuhnya sendirian.
Kalau pikiran lagi penuh dan dada sesak, aku suka bisikin diri sendiri: mundurlah selangkah, istirahatlah sejenak, dan kasih senyum kecil ke dunia. Kita nggak harus kuat setiap detik, tapi kita hebat karena tetap memilih untuk tidak menyerah. Doa harian dan kata-kata penyemangat yang kita tulis sendiri bisa jadi "bonus quotes" buat jiwa yang patah, termasuk jiwa kita sendiri.
Kamu boleh kok nangis di sajadah, curhat ke Allah tentang lelahmu, tentang rencana yang gagal, tentang luka yang belum sembuh. Setelah itu, bangun pelan-pelan, ambil wudhu lagi kalau perlu, dan lanjutkan hidup dengan langkah paling kecil yang sanggup kamu ambil hari itu. Hidupmu tetap berharga, bahkan di hari-hari ketika kamu merasa nggak berguna.
Kalau saat ini kamu lagi di fase paling gelap, anggap doa-doa dan amalan harian sebagai cahaya kecil yang kamu nyalakan tiap hari. Mungkin belum langsung terasa, tapi suatu saat kamu akan lihat: ternyata kamu kuat, karena setiap hari kamu memilih bertahan, bukan menyerah.