CARA LEPAS DARI TOXIC RELATIONSHIP! 100% AMPUH😂

#TentangKehidupan relationship talk aku yang berat banget.

banyak hal yang gabisa dimaafin, dan aku lebih memilih untuk menerima diri dan menjadi lebih baik daripada mengorbankan masa muda ku untuk sesuatu yang salah.

kenapa ga menjalin hubungan baik aja kak meski putus?

oh tidak bisa.

aku type orang yg cut off kalo sesuatu itu punya pengaruh buruk bagi hidup aku. dan aku percaya, setiap orang punya kuasa untuk memilih ‘tidak’ memperuet hidupnya dengan sesuatu yg tidak baik.

#RelationshipStory #RelationshipTalk hubungan yang tidak baik bakalan bikin kamu jadi orang yg lebih buruk dan kehilangan kuasa atas diri kamu.

jadi aku lebih memilih untuk savelife aku dan berkembang lebih baik dari hari ini❤️

kalo kalian punya cerita relationship gimana? curhat di komentar yukk!

#TentangKehidupan #PerasaanKu

2025/11/18 Diedit ke

... Baca selengkapnyaBanyak yang masih bingung, sebenernya tolerir itu apa sih dalam hubungan? Dari pengalamanku di hubungan lama yang ternyata toxic, aku baru sadar bedanya "tolerir" sama "ngerelain diri disakiti" itu jauh banget. Menurut aku, tolerir itu artinya masih bisa memaklumi kekurangan pasangan selama nggak melanggar batas sehat. Misalnya: pasangan kadang telat balas chat karena kerja, kadang lagi bad mood, atau sesekali lupa hal kecil. Itu masih bisa dibicarain baik-baik. Tapi kalau udah jadi kebiasaan yang bikin kamu kehilangan diri sendiri, itu bukan tolerir lagi, tapi kamu lagi ninggalin harga dirimu pelan-pelan. Dulu aku sering banget bilang ke diri sendiri: "yaudah deh tolerir aja, namanya juga hubungan 6 tahun". Padahal yang aku "tolerir" itu: dibikin ngerasa nggak cukup, di-gaslighting, disalahin terus, sampai ngerasa nggak punya suara. Di titik itu aku sadar, ini bukan lagi soal sabar, tapi aku lagi membiarkan diriku disakiti. Buat aku, tanda-tanda kamu udah kelewatan dalam menolerir: 1. Kamu sering nangis sendirian tapi pura-pura bahagia di depan orang lain. 2. Kamu takut ngomong jujur karena takut dibilang lebay atau drama. 3. Kamu selalu ngerasa bersalah bahkan kalau kamu nggak salah. 4. Hidup kamu seolah cuma muter di dia, sampai lupa sama diri sendiri dan orang-orang lain. Di momen itu aku akhirnya berani lepasin hubungan 6 tahun. Jujur, awalnya kayak lepasin belenggu: sakit, hampa, bingung harus mulai dari mana. Tapi pelan-pelan, hidup aku 100% lebih tenang. Beneran banyak hal baik datang dalam hidup setelah aku berhenti maksa stay di hal yang salah. Caraku lepas dari belenggu hubungan lama yang toxic: - Aku berhenti nyalahin diri sendiri. Aku terima kalau aku juga pernah salah, tapi itu bukan alasan buat terus dihukum. - Aku isi waktu dengan kegiatan positif: fokus kerja, belajar hal baru, ketemu teman, quality time sama keluarga. - Aku beneran cut off: blokir kontak kalau perlu, bukan buat drama, tapi buat jaga kesehatan mental. - Aku bikin batas baru: next relationship, aku nggak mau lagi tolerir hal-hal yang jelas-jelas ngrusak harga diri dan ketenangan. Jadi, kalau kamu lagi nanya ke diri sendiri: "tolerir itu apa?" Coba cek, yang kamu sebut tolerir itu masih dalam batas sehat atau sebenarnya kamu lagi neken perasaan sendiri? Kamu punya kuasa penuh buat bilang "nggak" ke hal yang bikin hidupmu makin berat. Memaklumi itu baik, tapi jangan sampai kamu mengorbankan dirimu sendiri.