Jangan pakai takdir untuk alasan perselingkuhan💐✨
Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali orang menggunakan konsep takdir atau qadarullah untuk membenarkan perilaku yang salah, termasuk perselingkuhan. Padahal, menurut ajaran Islam dan nilai-nilai moral umum, takdir bukanlah alasan untuk menghindar dari tanggung jawab atas pilihan dan tindakan kita. Takdir atau qadarullah memang mengajarkan bahwa segala sesuatu sudah ditentukan oleh Allah, namun itu bukan berarti kita bisa pasrah tanpa usaha atau membiarkan diri terjerumus dalam kesalahan seperti perselingkuhan. Justru, memahami takdir dengan benar adalah sebuah ilmu yang membantu kita belajar dari masa lalu dan memperbaiki masa depan, bukan melarikan diri dari kesalahan. Kita dapat membayangkan ilmu takdir seperti pisau yang tajam, yang bisa memotong dan melukai jika digunakan dengan salah. Sama halnya dengan penggunaan konsep takdir sebagai alasan untuk kesalahan, hal ini bisa melukai diri sendiri dan orang lain. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk mengambil tanggung jawab penuh atas perbuatannya dan tidak menimpakan kesalahan pada takdir. Berserah diri kepada Allah adalah sikap yang benar, tetapi harus disertai dengan kesadaran untuk terus memperbaiki diri dan menjauhi perbuatan dosa. Selain itu, dalam konteks hubungan pasangan, kepercayaan dan komitmen menjadi pondasi utama. Menggunakan alasan takdir untuk membenarkan perselingkuhan justru menunjukkan lari dari tanggung jawab dan tidak menghargai hubungan yang dijalin. Oleh sebab itu, mari kita belajar dan memahami bahwa qadarullah mengajarkan kita untuk bertanggung jawab dan menerima konsekuensi pilihan kita, bukan menghindarinya. Dengan cara ini, kita bisa hidup lebih bermakna dan menjaga hubungan pribadi dengan penuh kejujuran dan kesetiaan.




























































👍👍👍syukron ilmu nya ustad. Aamiin Allohuma Aamiin