2024 mengajarkanku arti ikhlas yang sebenarnya
Kehilangan ayah di tahun 2024 mengajarkanku satu hal:
tidak semua yang pergi benar-benar hilang.
“Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn.”
Aku belajar menerima takdir,
meski hati masih sering rindu.
Aku belajar ikhlas,
meski air mata masih jatuh diam-diam.
Ya Allah, ampuni dosa ayahku,
lapangkan kuburnya,
terangi tempat istirahatnya,
dan kumpulkan kami kembali
dalam keadaan saling mencintai di surga-Mu.
Untuk diriku sendiri,
semoga aku diberi hati yang kuat,
jiwa yang tenang,
dan langkah yang tetap percaya
bahwa Allah tak pernah meninggalkan kami. 🤍
























xnnxnx