... Baca selengkapnyaSebagai orang yang suka banget masakan bersantan, aku lumayan sering eksperimen bikin kuah rendang ayam. Awalnya sering gagal, entah kuah terlalu cair, santan pecah, atau warna kurang merah kecoklatan seperti rendang-rendang di rumah makan Padang. Setelah beberapa kali coba, akhirnya nemu beberapa trik yang bikin tekstur dan warna kuah rendang jadi lebih mirip resto.
Pertama, soal bumbu halus. Untuk dapat kuah rendang yang kental dan pekat, jangan pelit bawang merah dan cabai merah. Aku biasanya pakai kombinasi bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, cabai merah besar, kemiri, lengkuas, jahe, kunyit, dan ketumbar. Bumbu ini aku blender sampai benar-benar halus, lalu ditumis pelan dengan sedikit minyak sampai warnanya berubah dan aromanya wangi banget. Tumisan bumbu yang matang sempurna ini penting banget untuk hasil kuah rendang yang hitam kemerahan dan berasa "nendang".
Kedua, kunci kuah rendang yang kental ada di santan. Aku biasa pakai santan kental dari kelapa tua. Santan dimasukkan setelah bumbu dan ayam agak matang, lalu api dikecilkan. Waktu masak santan, aku nggak pernah menutup wajan rapat dan selalu diaduk pelan supaya santan tidak pecah. Proses memasak kuah rendang ini bisa lama, tapi justru di situ letak nikmatnya: semakin lama dimasak, kuah rendang makin menyusut, kental, dan rasanya makin tajam.
Soal warna merah kecoklatan pada kuah rendang, selain dari cabai merah, aku suka tambahkan sedikit gula merah atau gula aren. Bukan untuk bikin manis banget, tapi memberi warna coklat yang cantik dan rasa yang lebih dalam. Kadang aku juga tambahkan sedikit kecap manis jika ingin lebih gelap, tapi jangan kebanyakan supaya rasa asli rempahnya tetap dominan.
Untuk ayamnya sendiri, aku suka pakai ayam kampung karena teksturnya lebih padat dan tidak mudah hancur saat dimasak lama. Ayam dimasak bersama kuah rendang sampai bumbu meresap, daging lembut, dan bagian luar ayam seperti terlapisi kuah kental. Di akhir proses masak, barulah aku taburkan irisan daun bawang hijau segar di atas hidangan ayam rendang supaya tampilannya lebih hidup dan wangi khas daun bawang ikut mengimbangi aroma rempah.
Kalau kamu suka versi kuah rendang yang masih berkuah (belum terlalu kering), tinggal atur saja durasi memasaknya. Aku pribadi senang kuah rendang yang masih bisa disendok, kental, dan meresap ke nasi hangat. Cara plating-nya juga sederhana: aku tuang ayam rendang ke mangkuk kaca bening, siram sedikit kuah di atasnya, lalu hias dengan daun bawang dan mungkin sedikit cabai merah iris agar warna merah kecoklatan kuah rendang makin keluar.
Buat yang baru pertama kali bikin kuah rendang, jangan kaget kalau prosesnya cukup lama. Tapi begitu berhasil dapat tekstur kuah rendang yang kental dan warna merah kecoklatan yang cantik, rasanya langsung puas. Dari pengalamanku, sabar mengaduk santan dan berani bermain rempah adalah dua hal penting yang bikin kuah rendang ayam jadi istimewa.