Sebagai seorang perempuan, saya pernah merasakan sendiri tekanan dan stigma yang sering kali datang tanpa henti. Dunia seakan membuat standar yang sangat sulit untuk dipenuhi, di mana jika perempuan memilih untuk tidak bekerja, seringkali dianggap sebagai beban atau pemalas. Namun, ketika memilih bekerja, tidak jarang pula mereka dicap sebagai perempuan yang tidak becus mengurus keluarga. Pengalaman ini benar-benar membuka mata saya bahwa sering kali perempuan berada di posisi yang serba salah. Saya ingat sebuah momen saat teman saya yang selalu pulang malam selepas bekerja, dianggap murahan oleh sebagian orang karena tidak sesuai dengan harapan tradisional. Padahal, dia bekerja untuk membangun masa depan yang lebih baik. Hal yang paling menyakitkan adalah ketika memberi banyak tapi merasa dimanfaatkan, atau saat menerimanya dianggap mata duitan. Realita inilah yang terjadi dalam kehidupan banyak perempuan yang berusaha menemukan keseimbangan antara keinginan pribadi dan tuntutan sosial. Sharing pengalaman ini semoga bisa menjadi pengingat dan motivasi bagi kita semua, terutama perempuan, agar tetap kuat dan percaya diri menghadapi segala tantangan. Jangan takut untuk menetapkan batasan dan mengejar apa yang kita yakini benar, meskipun kadang harus melawan stigma lama.
3/7 Diedit ke
