Katanya “Cruelty-Free” Tapi Ternyata? 😱

Hi lemonades! be careful, bisa jadi Brand Favoritmu ternyata masih Tes ke Hewan 😳

Banyak yang mikir kalau beli produk dari brand cruelty-free = udah aman 100% dari animal testing.

Tapi ternyata nggak sesimpel itu, lho. Ada juga kasus brand kecil yang awalnya cruelty-free, tapi kemudian diakuisisi sama perusahaan besar yang masih melakukan uji coba hewan 🐰💔

Contohnya:

➡️ Urban Decay & NYX → cruelty-free, tapi ada di bawah L’Oreal.

➡️ Too Faced → cruelty-free, tapi dibeli Estée Lauder (yang masih jualan di China daratan, tempat animal testing dulu diwajibkan).

👉 Jadi pertanyaannya: apakah brand itu masih bisa disebut benar-benar cruelty-free, atau nggak lagi?

Ada yang tetap support karena produknya sendiri tetap nggak diuji hewan.

Ada juga yang memilih boikot karena uang kita pada akhirnya masuk ke induk perusahaan yang masih melakukan animal testing.

💬 Kalau menurut kamu gimana? share pendapat kalian yaa!!

#crueltyfree #kontroversi #lemon8sharing #ViralTerbaru

2025/8/20 Diedit ke

... Baca selengkapnyaAku sempat bingung banget waktu mulai nyari produk cruelty-free. Ternyata banyak istilah dan simbol yang bikin pusing. Jadi aku rangkum versi santai ala pengguna biasa, bukan ahli, biar kita sama-sama ngerti. Pertama, apa itu cruelty-free? Singkatnya, cruelty-free adalah produk yang nggak diuji coba pada hewan, baik bahan baku maupun produk jadinya. Idealnya, ini berlaku untuk semua tahap: dari riset, produksi, sampai produk dilempar ke pasaran. Tapi di dunia nyata, definisinya bisa abu-abu karena tiap lembaga sertifikasi punya standar beda. Bedanya cruelty-free sama vegan apa? Cruelty-free fokus ke uji coba hewan, sedangkan vegan fokus ke bahan. Produk bisa aja vegan (nggak pakai bahan hewani) tapi belum tentu cruelty-free kalau masih ada animal testing. Sebaliknya, produk bisa cruelty-free tapi masih mengandung bahan hewani seperti madu, lanolin, atau beeswax. Soal simbol, biasanya kita kenal logo kelinci seperti Leaping Bunny, PETA, atau logo buatan brand sendiri. Kalau mau aman, aku pribadi lebih percaya logo dari lembaga resmi (misal Leaping Bunny atau PETA) dibanding sekadar gambar kelinci generik tanpa keterangan. Tapi tetap, label doang nggak cukup, aku biasanya cek ke website resmi atau database komunitas cruelty-free. Banyak yang juga nanya, kalau parent company-nya bukan cruelty-free gimana? Misal brandnya klaim cruelty-free tapi pemilik besarnya masih tes hewan atau jualan di negara yang mewajibkan animal testing. Di sinilah dilema dimulai. Ada yang tetap beli karena produknya sendiri nggak dites ke hewan. Ada juga yang memilih boikot karena takut uangnya muter lagi buat danain pengujian hewan dari perusahaan induk. Di postingan ini aku pribadi nggak mau nyalahin pilihan siapa pun, karena tiap orang punya batas toleransi beda-beda. Biar nggak salah pilih, aku punya beberapa tips pribadi: 1. Cek situs resmi brand dan cari bagian FAQ soal animal testing. 2. Cari info di komunitas atau blog cruelty-free yang rutin update. 3. Perhatikan apakah brand masuk ke pasar yang dulu mewajibkan animal testing. 4. Kalau ragu, aku biasanya pilih brand yang jelas-jelas masuk daftar true cruelty-free di beberapa sumber sekaligus. Buat kamu yang lagi penasaran sama brand tertentu, misalnya brand skincare atau makeup yang lagi viral, cobain deh cek dulu status cruelty-free mereka sebelum beli. Lumayan kan, kita tetap bisa tampil cantik sambil meminimalisir dukungan ke praktik yang masih tes ke hewan. Kalau kamu punya rekomendasi brand yang beneran cruelty-free atau punya pengalaman kecewa karena ternyata brand favoritmu nggak CF, share di kolom komentar versi kamu ya. Siapa tahu list "true cruelty-free" kita bisa makin panjang dan bantu orang lain yang lagi belajar hal yang sama.

Posting terkait

Gambar sampul dengan botol parfum, jeruk, dan tanaman, bertuliskan 'Geser Produk Vegan Dan HALAL' dengan panah, menunjukkan konten tentang produk vegan dan halal.
Dua lipstik vegan dengan logo 'Vegan' dan swatches berbagai warna seperti Opulent Orchid, Silken Rose, Creamy Mocha, Posh Plum, Exquisite Berry, Polished Pink, Satin, dan Royal.
Botol foundation mineral vegan dengan logo 'Vegan' dan swatches warna seperti Vanilla Neutral, Soft Sand, Porcelain Warm, Light Ivory Neutral, Marble Neutral, Light Beige Neutral, dan Natural Beige.
Apa itu Vegan?
Label "Vegan" pada produk berarti bahwa produk tersebut tidak mengandung bahan dari hewan dan tidak menggunakan hewan dalam proses pembuatannya atau pengujiannya. Artinya: ✅ Tidak ada bahan hewani seperti lilin lebah, lanolin (dari wol), karmin (pewarna dari serangga), atau kolagen h
Anggita

Anggita

0 suka

#earthlovelife #parfumearth #rekomendasiparfum #scentthatgroundsyou #scentforsoul
Asri

Asri

1 suka

selalu dilema milih anti-perspirant soalnya kulit keti aku super sensitive ! langganan skin barrier rusak .. tapi gak pede kalau gak pakai deo 🥺 akhirnya nemu deo anti perspirant dari @Ownskin Id yang diformulasikan di Korea 🇰🇷 jadi tau dong ya bakal se gentle dan sebagus apa ? Keti bebas bau tanpa
Varra Varra

Varra Varra

0 suka

Gambar kolase menunjukkan bayi dengan ruam parah dan wajah bengkak akibat alergi, serta seorang wanita tersenyum. Teks utama menyatakan kasus roti 'gluten free' palsu yang menyebabkan alergi parah pada bayi sedang viral.
Tangkapan layar dari media sosial menjelaskan toko roti online mengklaim produknya bebas gluten, susu, telur, vegan, dan nabati. Namun, produk tersebut diduga hasil repack dari bakery lain, menyebabkan balita alergi parah.
Teks panjang berisi kronologi dari seorang ibu korban, menceritakan diet ketatnya karena alergi anaknya. Ia memesan kue dari toko roti online yang mengklaim bebas alergen, namun anaknya mengalami reaksi alergi parah.
Viral! Kasus Roti Gluten Free palsu!
Beberapa hari ini aku lihat kasus yang bikin geregetan Ternyata, roti itu cuma repack dari bakery lain, tapi diklaim bebas gluten, bebas susu, bebas telur. Padahal hasil lab justru menunjukkan ada kandungan gluten 😭 Buat sebagian orang mungkin kelihatannya sepele. Tapi buat anak yang punya
Ruang perempuan by poppy

Ruang perempuan by poppy

81 suka

Pelbagai produk kecantikan tempatan Malaysia dipaparkan, termasuk pelindung UV dalam dua saiz, produk penjagaan rambut, dan pembersih muka. Ia menunjukkan langkah-langkah rutin penjagaan kulit seperti membersih, melembap, dan melindungi.
Dua tiub pelindung UV tempatan dalam saiz 50ml dan 15ml dipaparkan. Teks menerangkan jenama penjagaan kulit Malaysia yang popular, dikenali kerana penghantaran antarabangsa dan produk seperti sabun dan esen.
Sebuah bakul anyaman berisi pelbagai produk spa dan kesihatan tempatan Malaysia. Teks menyatakan jenama ini mengeksport produk rawatan spa herba, skrub, dan minyak urut ke lebih 15 negara.
Beauty Products Brand Malaysia ✨
Industri kecantikan Malaysia makin berkembang pesat dengan lahirnya pelbagai jenama tempatan yang mampu bersaing dengan produk antarabangsa. Dari skincare halal yang affordable, ke makeup bold dan trendy, hinggalah ke bodycare organik, brand Malaysia kini bukan saja jadi pilihan pengguna tempatan m
ᴰᵃᵃ_

ᴰᵃᵃ_

17 suka

Imej berita utama tentang skandal halal dalam produk penjagaan kulit yang menggunakan bahan babi tanpa pengetahuan pengguna, dengan logo halal dan seruan untuk menyemak pensijilan JAKIM/MUI.
Amaran tentang skandal penjagaan kulit yang menemui ramuan berasaskan babi, dengan tanda seru dan simbol larangan, menyeru pengguna untuk berhati-hati.
Imej menerangkan proses pensijilan halal di Indonesia oleh BPJPH/MUI, termasuk undang-undang wajib halal dan fatwa syariah, dengan logo halal Indonesia.
SKANDAL HALAL TERBONGKAR! 😱 Rupanya ada skincare guna bahan BABI tanpa pengetahuan penggu
🚨 Ramai masih tak tahu! Cara halal di Malaysia & Indonesia berbeza bila bab skincare ⬇️ 🇲🇾 Malaysia (JAKIM) 👉 Logo halal hanya sah dari JAKIM 👉 Tak semua produk wajib halal, tapi kalau ada logo → mesti disahkan 👉 Produk import mesti ada pengiktirafan dari badan luar yang diiktiraf JAKIM 🇮
Charms Cosmetic Skincare HQ

Charms Cosmetic Skincare HQ

45 suka

Seorang wanita berambut merah kecoklatan dikelilingi kotak produk skincare, dengan teks menanyakan apakah mencoba produk gratis dari brand adalah rezeki atau risiko, disertai ikon peringatan.
Teks di atas latar belakang produk skincare membahas risiko influencer mencoba produk gratis tanpa pengawasan ahli dan pentingnya tips sebelum menerima dan mencoba produk.
Tangan menunjukkan krim putih dengan teks yang menekankan pentingnya memeriksa kredibilitas produk, termasuk izin BPOM, bukti uji dermatologis, dan daftar bahan yang jelas.
BAHAYA ATAU REZEKI? 🤯 BACA INI‼️
Welcome to Prettiesavogue's page~🌷 Produk gratis dari brand bukan selalu aman buat kulit. Cek legalitas, ingredients, dan jangan skip patch test sebelum review. Karena, kulit kita itu bukan kelinci percobaan 🐇✨ Cek konten aku lebih lengkap untuk lebih aware 💡 ㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡ
Dewi🌷

Dewi🌷

36 suka

Lihat lainnya